Korut Tolak Berunding Kembali dengan AS, Minta Korsel Tak Ikut Campur

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 07 Juli 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 18 2242494 korut-tolak-berunding-kembali-dengan-as-minta-korsel-tak-ikut-campur-EWbJpPn3g6.jpg Foto: Reuters.

SEOUL – Korea Utara tidak memiliki niat untuk duduk berunding kembali dengan Amerika Serikat (AS) dan mendesak Korea Selatan untuk berhenti ikut campur. Hal itu disampaikan oleh seorang diplomat senior Korea Utara di saat utusan AS mengunjungi Seoul untuk berupaya memperbaharui pembicaraan nuklir yang terhenti dengan Pyongyang.

Direktur Jenderal untuk Urusan AS di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kwon Jong Gung menuding Seoul salah menafsirkan pernyataan Pyongyang yang menepis isu mengenai pertemuan puncak lain antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump.

BACA JUGA: Presiden Korsel Minta Trump dan Kim Jong-un Kembali Bertemu Sebelum Pilpres AS

Pada Sabtu (4/7/2020) Korea Utara mengatakan bahwa mereka tidak merasa perlu KTT baru dengan AS. Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyarankan agar kedua pemimpin bertemu lagi sebelum pemilihan presiden AS pada November.

"Ini adalah waktu bagi (Korea Selatan) untuk berhenti mencampuri urusan orang lain, tetapi tampaknya tidak ada obat atau resep untuk kebiasaan buruknya," kata Kwon dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor berita KCNA, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Wabah Covid-19 Mengganas di Korsel, Kim Jong-un Kirim Surat untuk Presiden Moon Jae-in

"Berbicara secara eksplisit sekali lagi, kita tidak punya niat untuk duduk berhadapan dengan Amerika Serikat."

Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya pada 2018 di Singapura, meningkatkan harapan untuk mengakhiri negosiasi program nuklir Pyongyang. Namun KTT kedua mereka, pada 2019 di Vietnam, dan negosiasi tingkat kerja berikutnya berakhir berantakan.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun, yang memimpin perundingan dengan Korea Utara, dijadwalkan tiba di Seoul pada Selasa (7/7/2020) untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Seoul mengenai cara-cara untuk menghidupkan kembali perundingan.

Biegun mengatakan pekan lalu bahwa ada waktu bagi kedua belah pihak untuk terlibat kembali dan "membuat kemajuan besar," tetapi pandemi virus corona akan membuat pertemuan puncak secara langsung menjadi sulit sebelum pemilihan presiden AS pada 3 November.

Bulan lalu, Korea Utara tiba-tiba meningkatkan ketegangan dengan Korea Selatan dan meledakkan kantor penghubung bersama, tepat di samping perbatasan, sebelum tiba-tiba menunda rencana untuk tindakan militer yang tidak ditentukan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini