Pedagang Pasar Dominasi Penambahan Kasus Covid-19 di Yogyakarta

Kuntadi, Koran SI · Kamis 09 Juli 2020 22:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 510 2243908 pedagang-pasar-dominasi-penambahan-kasus-covid-19-di-yogyakarta-VhPfcCij9N.jpg Foto: Shutterstock

YOGYAKARTA – Delapan warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terpapar Covid-19 per 9 Juli. Adanya penambahan kasus ini, total ada 357 kasus di DIY.

“Hasil pemeriksaan laboratorium terdapat tambahan 8 kasus positif menjadi 357 kasus,” kata Juru Bicara Pemda DIY dalam Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, Kamis (9/7/2020).

Dari delapan kasus ini, tiga di antaranya merupakan pedagang pasar. Mereka yakni, kasus 352 perempuan (59), kasus 353 perempuan (56) dan kasus 355 laki-laki(67). Sebelumnya mereka mengikuti rapid test dan hasilnya reaktif, dan ketika menjalani tes swab hasilnya positif.

Tiga kasus lainnya, dengan riwayat melakukan kontak dengan pasien positif, yakni kasus 354 perempuan (17), kasus 356 laki-laki (41) dan kasus 357 laki-laki (15). Dua lainnya dengan riwayat dari Jawa Timur, yakni kasus 358 laki-laki (32) dan kasus 359 laki-laki (52).

“Dua pasien ini memiliki riwayat perjalanan dari Madura dan Surabaya,” katanya.

Berty mengatakan, jumlah pasien positif yang sembuh juga bertambah 2 menjadi 287 kasus. Keduanya merupakan kasus 276 perempuan (80) dan kasus 332 perempuan (29) yang semuanya dari Kota Yogyakarta. Hari ini juga ada satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia, perempuan (40) asal Sleman dengan riwayat sakit diabetes dan hipertensi.

“Hari ini ada 348 sampel yang diperiksa dari 261 orang,” katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, ketiga pedagang ini diketahui positif Covid-19 dari hasil rapid test massal. Dua pedagang dari Pasar Sungapan, Sedayu dan satu dari Pasar Sorobayan, Sanden.

“Keduanya termasuk OTG, dan kasusnya masih ditelusuri,” katanya.

Untuk memutus penyebaran, kedua pasar ini ditutup untuk tiga hari depan. Dinas Kesehatan akan melakukan penyemprotan disinfektan, dan tidak boleh ada aktivitas jual beli.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini