Deadline 2 Minggu Jokowi soal Corona di Jatim Meleset, Ini Kata Wali Kota Malang

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 519 2244331 deadline-2-minggu-jokowi-soal-corona-di-jatim-meleset-ini-kata-wali-kota-malang-YjfGQLywQR.jpeg Wali Kota Malang, Sutiaji (Okezone/Avirista)

KOTA MALANG – Wali Kota Malang Sutiaji angkat bicara mengenai ‘melesetnya’ tenggat waktu dua minggu dari Presiden Joko Widodo untuk menekan angka penyebaran corona di Jawa Timur

Menurut Sutiaji, kenaikan angka penambahan corona diakui tidak sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo dan Pemprov Jawa Timur, namun ia justru menganggap ini hal yang positif mengingat masifnya pelacakan dan pengetesan yang dilakukan, termasuk di Kota Malang sendiri.

“Jadi gini perkataan meningkat ini jangan jadi stigma merah lebih banyak. Itu karena swab kita tadi, tracing yang kami lakukan satu banding 30,” ujar Sutiaji ditemui okezone.com usai meninjau PSBL di Kelurahan Mergosono pada Jumat (10/7/2020).

“Data di kami kemarin ini terkonfirmasi 100 (positif corona) masa ODR-nya hanya 30 itu kan gak mungkin, mestinya kalau 100, ya kali 30 berarti ada 3.000, itu tidak bisa main - main, kami akan lakukan (pelacakan dan pengetesan),” imbuhnya.

Pria kelahiran Lamongan ini menyebut bila kasus – kasus positif di Kota Malang, didominasi oleh klaster keluarga. Klaster ini disebut lebih mudah dilakukan pelacakan dan pencegahan, bila disiplin dan patuh protokol kesehatan Covid-19.

“Silakan deadline yang kami diberikan dari provinsi, saya kira akan kami lakukan kemarin, yang kemarin naik itu klaster - klaster keluarga, kalau klaster keluarga lebih mudah diminimalisir,” tuturnya.

Baca Juga: Jokowi Beri Deadline ke Jatim: Dua Minggu Angka Covid-19 Harus Turun!

Sebagai informasi sejak 24 Juni 2020 hingga Kamis 9 Juli 2020 terdapat penambahan kasus positif corona di Kota Malang sebanyak 139, total hingga Kamis 9 Juli 2020 terdapat total 317 kasus positif corona. Dari jumlah tersebut 25 pasien meninggal dunia, 79 orang sembuh, dan 213 orang menjalani perawatan.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) corona mencapai 449 orang, dengan 41 PDP meninggal dunia, 208 selesai diawasi, dan 200 PDP masih dirawat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini