Mendikbud Akan Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 13 Juli 2020 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 65 2245504 mendikbud-akan-evaluasi-pembelajaran-jarak-jauh-di-masa-pandemi-covid-19-5SJXPJGNzY.jpg Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Dok Kemendikbud)

JAKARTA - Imbas adanya pandemi Covid-19 mengubah pembelajaran yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka beralih menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan terdapat beberapa daerah yang dianggap efektif menjalankan pembelajaran jarak jauh. Namun tidak sedikit pula yang dinilai tidak cukup efektif.

Baca Juga: Rupa-Rupa Alasan Orangtua Siswa Ingin Anak Kembali Sekolah 

Hal ini, lanjut Nadiem, tak lepas dari tantangan dan kendala beberapa daerah dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh. Terutama mengenai akses internet yang tidak merata di semua daerah.

"Hal inilah yang membuat Kemendikbud mengizinkan penggunaan Dana BOS (bantuan operasional sekolah) untuk pembelian kuota internet bagi siswa dan guru," ujar Nadiem dalam siaran pers yang diterima, Senin (13/7/2020).

Dia turut menyoroti mengenai waktu adaptasi terhadap program pembelajaran jarak jauh yang relatif sempit bagi siswa. Sehingga banyak sekali yang terjadi pemberian tugas-tugas kepada siswa yang yang berlipat ganda sehingga memberatkan siswa.

“Kemendikbud maupun siapa pun di sistem ini sebenarnya tidak mau (dipaksa) melakukan pembelajaran jarak jauh. Kita terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh karena opsinya adalah kita tidak belajar sama sekali atau kita coba-coba biar masih ada pembelajaran yang terjadi," terang Nadiem.

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka Hanya Dilakukan Sekolah yang Masuk Zona Hijau 

Ia pun mengakui banyak kritik yang diterimanya terkait ketidakoptimalan pembelajaran jarak jauh yang terjadi di masa pandemi Covid-19. Namun, di tengah situasi seperti sekarang dirinya mengaku tak mempunyai opsi lain selain menerapkan pembelajaran jarak jauh.

"Itu saya seratus persen setuju dengan semua kritikan itu. Tetapi kita tidak punya opsi yang lain pada saat ini. Kita harus mencari jalan masing-masing, karena tidak ada satu platform yang cocok untuk satu sekolah,” katanya.

Namun demikian, Nadiem menyebut dari hasil evaluasi pihaknya partisipasi orangtua murid membuat efektivitas pembelajaran jarak jauh pun meningkat. Ia pun mengingatkan bagi para siswa yang belum memiliki akses ke internet, Kemendikbud telah meluncurkan program Belajar dari Rumah yang merupakan kolaborasi dengan TVRI.

Nadiem turut mengapresiasi kinerja dan dedikasi para guru yang terus mencari jalan untuk memastikan semua peserta didiknya tetap belajar di kondisi darurat. Apalagi, pemanfaatan teknologi masih sangat terbatas karena akses internet ataupun listrik serta isu kepemilikan gawai.

"Kami ada cerita hebat di lapangan, di mana guru-guru ini berkunjung satu per satu ke rumah siswa. Ini merupakan hal yang yang luar biasa, dan ini terjadi di berbagai daerah,” terangnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini