Kemendikbud Gelar MPLS Bagi SMK Secara Daring

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 13 Juli 2020 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 65 2245612 kemendikbud-gelar-mpls-bagi-smk-secara-daring-ZGhIn0SEsm.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswi yang baru masuk SMK se-Indonesia di tahun ajaran 2020/2021. Adapun MPLS dilakukan melalui siaran secara daring.

Dalam kesempatan itu, Direktur SMK Kemendikbud, M. Bakrun mengatakan karena situasi pandemi Covid-19, MPLS tahun ini dibuat secara daring dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"MPLS sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana tahun sebelumnya, saya yakin adik-adik semua sangat senang karena pertama kali masuk ke SMK. Tetapi pada tahun ini melaksanakan MPLS secara daring," kata Bakrun dalam Sapa Peserta Didik SMK se-Indonesia yang disiarakan dalam YouTube Direktorat SMK Kemendikbud, Senin (13/7/2020).

Meski dilakukan secara daring, Barkun berharap tak mengurangi rasa kekhitmatan dan makna dari MPLS ini. Apalagi kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada siswa-siswi yang baru masuk ke SMK.

Baca Juga: Rentan Membuat Kerumunan, Kemendikbud Tak Izinkan Sekolah Gelar MPLS Tatap Muka

"MPLS suatu kegiatan memberikan wawasan kepada adik-adik baru, karena terjadi proses perubahan. Saya yakin ada peubahan dasar dari SMP kemudian memasuki pendidikan menengah khususnya SMK, pasti mempunyak karakter yang sedikit berbeda," ujar Barkun.

Dikesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto menyampaikan bahwa siswa-siswi yang memilih masuk SMK harus sesuai dengan passionnya.

Karena dengan mempunyai passion, diharapkan lahir visi lima sampai sepuluh tahun ke depan dari ilmu yang sudah didapatkan dalam pembelajaran di SMK.

"Adik-adik harus yakin memilih SMK karena passion panggilan dan memikiki visi 5-10 tahun lagi mau ngapain dengan ilmu adik-adik itu. Adik-adik akan mencintai bidang ilmu dan mencintai pekerjaan itu maka akan terus belajar dengan kesenangan," jelasnya.

Lebih lanjut Wikan mengininkan lulusan SMK tidak hanya sekedar memiliki ijazah saja. Namun harus dengan dilengkapi ilmu hard skill dan soft skill yang seimbang.

Harapannya, kata dia, agar siswa seusai lulus SMK dapat menjadi sosok berkompeten dan mempunyai keterampilan sebagaimana yang diinginkan dunia industri.

"Kalo cuma ijazah itu artinya aku bisa belajar apa? Bukan keinginan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja. Mereka tidak menginginkan sekedar ijazah tapi kompetensi," tutur Wikan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini