Banjir Terjang Assam, India, Tewaskan 84 Orang, Tenggelamkan 9 Badak

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 20 Juli 2020 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 18 2249213 banjir-terjang-assam-india-tewaskan-84-orang-tenggelamkan-9-badak-5JvxFfGeZw.jpg Foto: EPA.

GUWAHATI - Hujan deras dan banjir yang melanda Negara Bagian Assam, India telah menewaskan sedikitnya 84 orang dan menyebabkan lebih dari 2,75 juta lainnya terlantar. Hal itu disampaikan pihak berwenang pada Senin (20/7/2020) di saat mereka berusaha mengumpulkan mayat sembilan badak langka yang tenggelam akibat banjir dalam 10 hari terakhir.

Tim penyelamat menghadapi tantangan ganda, meningkatnya ketinggian banjir di tengah pandemi virus corona, menyebabkan penduduk desa terusir dari rumah-rumah mereka dan berkumpul di lokasi penampungan.

BACA JUGA: Sedikitnya 147 Orang Tewas Akibat Hujan Lebat dan Banjir di India, Ratusan Ribu Dievakuasi

"Sulit untuk menegakkan jarak sosial ketika orang-orang diperintahkan untuk menjauh dari air yang naik," kata Sanghamitra Sanyal, seorang anggota pasukan manajemen banjir negara bagian timur laut sebagaimana dilansir Reuters pada Senin.

"Kami mendesak orang untuk setidaknya menutup mulut dan hidung mereka dengan selembar kain bersih."

Para pejabat memperingatkan bahwa ketinggian air di Sungai Brahmaputra diperkirakan akan naik 11 cm, dua minggu setelah sungai itu meluap dan membanjiri lebih dari 2.500 desa.

Assam, yang terkenal dengan perkebunan tehnya, dilanda banjir setiap musim hujan meskipun ada upaya pengendalian banjir. Kelompok-kelompok HAM menuduh pejabat korup menyedot dana yang dimaksudkan untuk proyek-proyek penanggulangan banjir, mengakibatkan pembangunan tanggul yang buruk yang sering jebol.

BACA JUGA: Terjangan Banjir di India, 52 Orang Meninggal dan Ribuan Dievakuasi

Banjir juga menggenangi Taman Nasional Kaziranga, rumah bagi konsentrasi terbesar badak bercula satu di dunia. Taman nasional itu diperkirakan menampung 2.500 dari 3.000 populasi badak bercula satu yang tersisa.

"Sembilan badak telah tenggelam dan lebih dari 100 hewan lainnya telah terbunuh," kata Menteri Pertanian Assam Atul Bora, yang merupakan anggota parlemen Negara Bagian Kaziranga, kepada Reuters.

Dengan taman yang tergenang air setinggi pinggang, badak, gajah, dan rusa terpaksa mencari perlindungan di jalan dan di pemukiman manusia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini