Uskup Agung Kornelius Sipayung Positif Covid-19

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Senin 20 Juli 2020 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 608 2249113 uskup-agung-kornelius-sipayung-positif-covid-19-2ec0r72Bp3.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MEDAN - Uskup Agung Medan, Mgr Kornelius Sipayung, terjangkit virus corona (covid-19). Pastor Kornelius terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Juru Bicara Keuskupan Agung Medan, Pastor Benjamin Purba mengatakan, saat ini kondisi Pastor Kornelius sudah stabil. Dia pun tengah menjalani perawatan di RSU Martha Friska Medan.

“Laporan kemarin, kondisi stabil, mandi sendiri, makan baik dan inilah hasilnya disampaikan oleh dokter Fransiscus Ginting, beliau positif (corona) PCR," ujar Pastor Benjamin kepada wartawan, Senin (20/7/2020).

 virus corona

Dengan disampaikannya kondisi pastor Kornelius, Benjamin meminta kepada orang yang pernah merasa kontak erat dengan Pastor Kornelius dalam kurun waktu belum lama ini, agar memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah tertular atau tidak.

“Kepada orang yang pernah kontak erat kepada beliau (Kornelius) untuk memeriksa diri ke dokter,” ujarnya.

 

Selain pastor Kornelius, ada empat pastor lain yang juga dinyatakan positif terjangkit covid-19. Yakni pastor Michael Manurung, Frans Borta P Rumapea, Romualdus Nairun, dan Joddy Morison Turnip.

“Keempat pastor ini tinggal bersama dengan pastor Kornelius di Keuskupan Jalan Imam Bonjol. Saat ini ke empat pastor tersebut dirawat di RS Elisabeth,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa Pastor Michael Manurung mulai dirawat di rumah sakit pada 7 Juli dan lalu dinyatakan positif. Kemudian, Pastor Frans Borta P Rumapea dirawat sejak 14 Juli dengan gejala meriang dan batuk lalu hasil PCR positif Covid-19.

“Pastor Romualdus Namirun masuk 15 Juli, (gejalanya) demam dan hasil pemeriksaan positif. Sedangkan Pastor Jody Turnip masuk 16 Juli (gejalanya) demam dan lemas PCR positif,” ujarnya.

Benjamin mengimbau bagi warga ataupun para jamaah yang pernah kontak erat dengan para pastor agar memeriksakan diri ke dokter demi mengantisipasi penyebaran corona.

“Informasi ini untuk menolong kita, karena virus ini begitu kencang. Bagi mereka yang bertemu sejak 1 Juli 2020 harap mengambil sikap sendiri dan entah itu berkonsultasi dengan dokter setempat. Jadi informasi ini (kita) hati hati, harus kita was-was,” tandasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini