Inggris Batalkan Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 21 Juli 2020 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 18 2249560 inggris-batalkan-perjanjian-ekstradisi-dengan-hong-kong-Q164pzdOZw.jpg Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab. (Foto: Reuters)

LONDON - Pemerintah Inggris akan menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong "segera dan tanpa batas waktu". Langkah itu dipastikan akan semakin meningkatkan ketegangan antara Inggris dengan China.

Langkah itu diumumkan Menteri Luar Negeri Dominic Raab, yang juga mengatakan bahwa Inggris menginginkan “hubungan yang positif” dengan China. Meski begitu, Raab mengatakan bahwa pemberlakuan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong oleh Beijing adalah pelanggaran serius terhadap kewajiban internasional Tiongkok.

Beijing memperkenalkan undang-undang keamanan pada akhir Juni, menambahkan pelanggaran baru yang bisa membuat penduduk Hong Kong dikirim ke China daratan untuk diadili. Para kritikus mengatakan undang-undang itu bisa melihat para demonstran pro-demokrasi di wilayah itu dijatuhi hukuman seumur hidup.

BACA JUGA: UU Keamanan Nasional Hong Kong, Pelanggar Bisa Dihukum Penjara Seumur Hidup

Mereka juga mengatakan undang-undang itu melanggar perjanjian yang dibuat dengan Inggris sebelum Hong Kong, bekas koloni Inggris, diserahkan ke China pada 1997.

Perjanjian ekstradisi berarti bahwa, jika seseorang di Hong Kong dicurigai melakukan kejahatan di Inggris, maka pihak berwenang Inggris dapat meminta Hong Kong untuk menyerahkan mereka untuk diadili, begitu juga sebaliknya.

Inggris khawatir pengaturan itu, yang telah berlaku selama lebih dari 30 tahun, dapat menyebabkan siapa pun yang diekstradisi ke Hong Kong dikirim ke Tiongkok.

BACA JUGA: Inggris Tawarkan Kewarganegaraan Bagi 3 Juta Warga Hong Kong

"Kami tidak akan mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali pengaturan itu, kecuali dan sampai ada perlindungan yang jelas dan kuat, yang dapat mencegah ekstradisi dari Inggris disalahgunakan di bawah undang-undang keamanan nasional yang baru," kata Raab sebagaimana dilansir Reuters.

Raab juga menegaskan bahwa pemerintah akan memperpanjang embargo senjata, yang telah diberlakukan dengan China sejak 1989, ke Hong Kong, menghentikan ekspor peralatan Inggris, seperti senjata api, granat asap dan belenggu, ke wilayah tersebut.

Langkah Inggris itu telah memicu kemarahan China yang menyebutnya sebagai “campur tangan brutal”. Beijing berjanji akan merespon dengan tegas jika Inggris menarik diri dari pengaturan ekstradisi tersebut.

Hubungan politik dan ekonomi antara Inggris dan China menjadi tegang dalam beberapa bulan terakhir.

Raab merujuk sejumlah ketegangan selama pidatonya, termasuk keputusan pemerintah Inggris untuk melarang perusahaan China, Huawei untuk mengoperasikan jaringan 5G negara itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini