Viral Petugas KPU Ditempeleng, Ini Faktanya

Iman Lase, iNews · Selasa 21 Juli 2020 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 608 2249632 viral-petugas-kpu-ditempeleng-ini-faktanya-H2WJu7j5ni.jpg Foto: Istimewa (Screenshoot dari Medsos)

NIAS – Seorang petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) diusir dan ditempeleng saat bertugas di di Desa Hilihawae, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara.

Kejadian ini terekam dalam video amatir kemudian viral di berbagai media sosial seperti Facebook dan Youtube. Dalam rekaman berdurari 2 menit itu tampak seorang lelaki yang tidak mengenakan baju, emosi berteriak-teriak mengusir paksa petugas KPU.

Petugas itu sendiri merupakan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) KPU Kabupaten Nias yang sedang melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data di Desa Hilihawae.

Tidak hanya diusir, petugas itu ditampar hingga masker terlepas dari wajahnya. Sebab menurut pria tak berbanju tersebut petugas PPDP KPU Nias memaksa dirinya untuk memilih salah satu calon kepala daerah dan menuding petugas hanya mencari makan dengan menjual nama warga.

Baca Juga: Bawaslu Kedepankan Pencegahan Kecurangan Pilkada, Hukum Jadi Upaya Terakhir

Saat diusir warga tersebut, nampak petugas PPDP dari KPU Kabupaten Nias tidak melakukan perlawanan dan pergi meninggalkan rumah yang hendak mereka data itu.

Namun sebelum meninggalkan rumah warga yang akan dicoklit, salah satu petugas dan warga adu mulut di halaman rumah tersebut dan tampak dengan emosi warga tersebut terlihat menampar petugas hingga masker terlepas dari wajah petugas.

Belum diketahui identas warga tersebut namun kejadian pengusiran tersebut terjadi di Desa Hilihawae, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias.

Sementara itu, menanggapi video viral petugas PPDP yang diusir pakasa, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nias Firman Mendrofa membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia baru mengetahuinya kemarin sore dan menurutnya kejadian tersebut cuma kesalahpahaman.

Baca Juga: Gibran dan 7 Jagoan PDIP Berpotensi Lawan Kotak Kosong

“Kita sudah mengetahui kejadian tersebut kemarin sore, dan kita telah mengkonfirmasi kepada kawan kawan PPK di Kecamatan dan ternyata kejadian tersebut hanya kesalahpahaman saja antar petugas dan warga,” jelas Firman, Selasa (21/7/2020).

Firman menuturkan kejadian itu telah didamaikan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan Idanogawo bersama Kepala Desa Hilihawae sehingga pada akhirnya warga yang sempat mengusir PPDP mengizinkan dirinya bersama keluarganya untuk di data.

“Memang benar kita dilindungi undang-undang namun kita tidak melaporkan kejadian pengusiran tersebut kepada pihak berwajib karena hanya kesalahpahaman saja. Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama mensukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilu Serentak kali ini,” tandasnya

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini