Potret Guru Sambangi Siswa di Pedesaan, Tak Menyerah Oleh Pandemi

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Selasa 21 Juli 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 608 2249974 potret-guru-sambangi-siswa-di-pedesaan-tak-menyerah-oleh-pandemi-YNzPuC2ATy.jpg Seorang guru menyambangi siswa di suatu dusun di Tapanuli Utara. Foto: Robert Fernando H Siregar-Okezone

TAPANULI UTARA – Pandemi virus corona (Covid-19) memaksa siswa belajar secara daring (online). Namun itu tak selamanya mulus, sebab sebagian siswa masih terkendala fasilitas seperti jaringan internet.

Melihat fakta ini, sesosok pria yang mengenakan jaket hitam mengendarai motor, memasuki Dusun Huta Gultom, Desa Hutabarat, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Ia adalah Cukup Ginting, seorang guru sekolah dasar (SD) yang tengah bertugas menyambangi siswa untuk mengajar langsung alias secara door to door.

Pantauan di lokasi, guru tersebut menghampiri anak didiknya yang telah berkumpul di Pendopo Dusun. Terlihat anak-anak bergegas mengeluarkan perlengkapan sekolah.

Pada kesempatan itu, guru mengajarkan pelajaran secara tematik. Siswa pun antusias mengikutinya.

Untuk diketahui, Cukup Ginting merupakan guru kelas VI SD Negeri 173123 yang berada di Desa Hapoltahan Hutabarat Tarutung. Belajar kelompok dia gagas sebelum anak didik memasuki tahun ajaran baru.

 

"Sebelum memasuki tahun ajaran baru, kita sudah lebih dulu minta persetujuan Kepala Sekolah serta orangtua murid secara door to door. Kepala Sekolah dan orangtua murid setuju, proses belajar-mengajar dengan metode belajar kelompok pun dilaksanakan," tuturnya kepada Okezone, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga:  Miris, Siswa Sekolah di Sulteng Belajar di Tengah Terjangan Banjir

Ia melanjutkan, sistem door to door merupakan salah satu solusi bagi siswa yang tak memiliki fasilitas smartphone atau akses internet. Dengan sistem ini ia berharap orangtua tak dipusingkan dengan pola belajar secara online.

"Itulah yang menjadi dasar pemikiran kita menggagas belajar kelompok, daripada memilih proses belajar-mengajar dengan daring. Di tengah pandemi Covid-19, anak-anak harus tetap belajar dan 'Jangan Mau Kalah dengan Covid-19," ucapnya.

“Pandemi ini harus dilalui bersama, namun pendidikan generasi bangsa jangan sampai terabaikan," ucap Cukup Tarigan.

Alumni 1997 Fakultas Keguruan Universitas Nomensen Medan ini menjelaskan, anak didiknya berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelima kelompok belajar pada hari yang sama namun di tempat berbeda.

"Kelompok Pendopo ini misalnya, kita berikan dan terangkan materi pembelajaran, kemudian kita berikan tugas. Lalu kita tinggal dulu untuk memberikan materi pembelajaran yang sama kepada kelompok lainnya. Metode belajar kelompok, kita yakini anak-anak tidak tertinggal pembelajarannya di tengah pandemi Covid-19 ini," jelasnya.

Baca Juga:  32 Persen Siswa Tidak Memiliki Akses untuk Belajar di Rumah Selama PSBB

Meski door to door, Cukup Tarigan mengaku tak mendapatkan tambahan insentif dari pihak sekolah atau pihak lain. Meski begitu ia ikhlas menjalani proses ini, apalagi ini inisiatif sendiri.

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini