Drama Penyanderaan Berakhir Setelah Presiden Ukraina Promosikan Dokumenter Hak Hewan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 22 Juli 2020 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 18 2250158 drama-penyanderaan-berakhir-setelah-presiden-ukraina-promosikan-dokumenter-hak-hewan-8Oampk787H.jpg Pelaku penyanderaan di Lustk, Ukraina diamankan aparat keamanan. (Foto: AFP)

KIEV – Tiga belas orang dibebaskan tanpa luka dari sebuah bus dalam sebuah drama penyanderaan di Ukraina barat pada Selasa (21/7/2020) setelah Presiden Volodymyr Zelensky berbicara dengan penyandera dan setuju memenuhi tuntutannya untuk mempromosikan film dokumenter mengenai hak-hak hewan.

Polisi menangkap tersangka, yang diidentifikasi oleh dinas keamanan negara (SBU) sebagai Maksym Kryvosh. Pria berusia 44 tahun itu membajak bus di Kota Lutsk, mengatakan bahwa dia bersenjata api dan memiliki bahan peledak.

BACA JUGA: Percakapan Grup WhatsApp Pemimpin Dunia ala Presiden Ukraina Bikin Tawa Hadirin Konferensi

Menteri Dalam Negeri Arsen Avakov mengatakan Kryvosh telah menjalani hukuman di penjara dan SBU mengatakan dia telah menyebarkan "pandangan ekstremis". Polisi mengatakan Kryvosh mengancam akan meledakkan bus dan meledakkan bahan peledak lainnya di daerah ramai di kota.

Dalam upaya membebaskan sandera, Presiden Zelensky berbicara dengan Kryvosh selama tujuh hingga 10 menit dan menyetujui salah satu tuntutannya, untuk mempromosikan film dokumenter "Earthlings," yang dinarasikan oleh aktor Hollywood Joaquin Phoenix.

Zelenskiy melakukannya dalam klip enam detik yang di-posting di halaman Facebook presiden, yang kemudian dihapus.

Menurut Zelensky, dia membujuk Kryvosh untuk pertama-tama membebaskan tiga sandera, termasuk seorang wanita hamil sebelum memenuhi tuntutannya.

"Kami sepakat bahwa ia akan membebaskan tiga orang dan setelah itu saya akan merekam video," kata Zelensky sebagaimana dilansir Reuters.

Zelensky telah diberikan pilihan untuk meluncurkan serangan terhadap Kryvosh di dalam bus, tetapi tidak ingin mengambil risiko ada sandera terluka selama serangan itu. "Kami memiliki hasilnya - semua orang hidup," katanya.

BACA JUGA: Televisi Ukraina Diserang Granat Setelah Berencana Tayangkan Dokumenter Kontroversial

SBU merilis gambar Kryvosh yang tergeletak di tanah dengan personil keamanan berdiri di atasnya setelah penangkapannya. Avakov mengatakan kaki tangan Kryvosh ditahan di kota timur Kharkiv.

Polisi telah memblokir pusat kota dengan petugas bersenjata, mobil, dan pengangkut personel lapis baja sementara mereka mencoba membujuk Kryvosh untuk membebaskan para sandera. Kebuntuan negosiasi antara polisi dengan Kryvosh berlangsung selama sehari.

Foto dan rekaman menunjukkan sebuah bus kecil yang diparkir di tengah jalan yang kosong, dengan setidaknya dua jendela hancur dan yang lainnya tertutup oleh tirai. Berdasarkan keterangan polisi dan pihak berwenang, Kryvosh melemparkan granat keluar dari bus dan melepaskan tembakan dari dalam.

Dalam posting di media sosial, Kryvosh juga menuntut agar pejabat senior Ukraina menerbitkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka adalah teroris.

“Film yang dibicarakan pria ini baik. Dan Anda tidak perlu ... membuat mimpi buruk bagi orang-orang di seluruh negeri. Film ini dapat ditonton tanpa itu,” kata Avakov.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini