Gadis Afghanistan Tembak Mati Tiga Militan Taliban yang Bunuh Orangtuanya

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 22 Juli 2020 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 18 2250171 gadis-afghanistan-tembak-mati-tiga-militan-taliban-yang-bunuh-orangtuanya-tEwhDINJr0.jpg Foto: Media Sosial.

KABUL - Seorang gadis remaja Afghanistan menembak mati tiga militan Taliban setelah mereka membunuh orangtuanya karena mereka mendukung pemerintah, demikian keterangan pejabat setempat.

Insiden itu terjadi pekan lalu ketika sekelompok 40 gerilyawan Taliban menyerbu Desa Geriveh, di Provinsi Ghor tengah, tempat Qamar Gul yang berusia 16 tahun tinggal bersama orangtua dan saudara lelakinya.

Para pejabat mengatakan para pejuang, yang mencari ayah Gul, mengetuk pintu pada 17 Juli pukul 1 pagi.

BACA JUGA: Taliban Tak Kurangi Kekerasan, Proses Perdamaian di Afghanistan Tertunda

"Para pemberontak datang ke depan pintu mereka dan ibunya pergi untuk melihat siapa yang mengetuk," kata Juru Bicara Gubernur Provinsi Mohamed Aref Aber sebagaimana dilansir Guardian.

"Ketika dia melihat bahwa mereka bersenjata, dia menolak untuk membuka pintu."

Aber mengatakan ibu Gul langsung ditembak mati oleh para penyerang, yang kemudian memasuki rumah dan menembak ayahnya.

Menurut Aber, Qamar Gul menyaksikan kematian orangtuanya, mengambil senapan ayahnya dan menembak serta membunuh tiga pemberontak. Dia kemudian memulai pertempuran satu jam dengan Taliban bersama saudara lelakinya yang berusia 12 tahun, Habibullah, tambahnya.

Beberapa pejuang Taliban lainnya dilaporkan bergabung dalam serangan itu, tetapi beberapa penduduk desa dan orang-orang milisi pro-pemerintah mengusir mereka setelah tembak-menembak.

Para pejabat Afghanistan telah membawa Qamar Gul dan adik laki-lakinya ke tempat yang aman di ibu kota provinsi.

"Mereka syok dalam dua hari pertama dan tidak bisa bicara terlalu banyak, tetapi dalam kondisi baik sekarang," kata Aber.

BACA JUGA: Pemimpin Taliban yang Tembak Malala Yousafzai "Tewas" dalam Serangan Udara di Afghanistan

“Mereka mengatakan: ‘Ini adalah hak kami, karena kami tidak perlu hidup tanpa orang tua kami.’ Mereka tidak memiliki banyak kerabat selain saudara tiri yang tinggal di desa yang sama."

Pemerintah Afghanistan memuji keberanian Qamar pada pertemuan kabinet, dan Presiden Ashraf Ghani, telah mengundang kedua anak itu ke istana presiden.

"Ketika saya melihat mereka malam itu, mereka terkejut tetapi merasa terhormat," kata Mohammad Rafiq Alam, gubernur distrik.

Sejak kejadian itu, sebuah foto Qamar Gul mengenakan jilbab dan memegang senapan AK-47 di pangkuannya telah beredar di media sosial.

"Kami tahu orang tua tidak tergantikan, tetapi balas dendam Anda akan memberi Anda kedamaian relatif," tulis seorang pengguna dalam posting Facebook.

"Mereka menerima dua gelar pada satu malam: pahlawan dan anak yatim," tulis seorang yang lain. "Dia adalah simbol keberanian dan perlawanan," kata yang lain.

Setidaknya 100.000 warga Afghanistan diperkirakan telah tewas dalam konflik sejak 2001 ketika Amerika Serikat (AS) menggulingkan Taliban dari kekuasaan.

Taliban secara teratur membunuh penduduk desa yang mereka curigai sebagai informan bagi pemerintah atau pasukan keamanan. Dalam beberapa bulan terakhir para militan juga telah meningkatkan serangan mereka terhadap pasukan keamanan, meskipun telah setuju untuk pembicaraan damai dengan Kabul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini