Bapak 2 Anak Ini Tega Aniaya Siswa SD hingga Gegar Otak

Agregasi KR Jogja, · Kamis 23 Juli 2020 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 510 2250661 bapak-2-anak-ini-tega-aniaya-siswa-sd-hingga-gegar-otak-azm6p4irJb.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

SLEMAN - Mengaku khilaf, Sum (44) warga Mlati Sleman nekat menganiaya seorang siswa Sekolah Dasar (SD). Akibatnya, korban berinisial AB (7,5) warga Mayangan Trihanggo Gamping Sleman, hingga Rabu (22/7/2020) masih menjalani perawatan RS PKU Muhammadiyah Gamping karena mengalami gegar otak.

Kapolsek Gamping, Kompol Aan Andrianto didampingi Kanit Reskrim Iptu Tito Satria Pradana mengatakan, pelaku sudah ditahan.

“Pelaku kami amankan tadi sekitar pukul 10.00 di Jalan Kabupaten, Sleman dan akan kami lakukan penahanan,” ucap Aan.

Dikatakan, pelaku dijerat pasal 80 UU Perlindungan Anak Junto Pasal 351 KUHP ancaman maksimal 15 tahun. Dari keterangan pelaku, ia nekat menganiaya korban karena emosi. “Anak-anak itu ngejek, mungkin pelaku emosi kemudian menganiaya,” tandasnya.

 Aniaya

Ayah korban, Daniel Hartono (31) ditemui di Mapolsek Gamping mengatakan, peristiwa terjadi pada Sabtu 17 Juli 2020 sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu korban dan dua orang temannya lewat di depan rumah pelaku. Saat melihat pelaku, anak-anak tersebut mengatakan sesuatu kepada pelaku.

“Katanya mau beli motor, nyatanya cuma bikin,” ucap Daniel yang menirukan anak-anak tersebut yang diucapkan kepada pelaku.

Setelah itu, korban dan dua temannya pergi namun kembali lagi dan mengejek pelaku. Diduga jengkel, pelaku kemudian mengejar ketiga anak itu, namun hanya berhasil menangkap korban. Dengan tangan kosong, pelaku menginjak kaki dan menjambak serta membentur-benturkan kepala korban ke tembok.

“Kaki anak saya patah dan mengalami gegar otak dan hingga kini masih dalam perawatan di rumah sakit,” ungkap Daniel.

Tokoh masyarakat setempat, Subindi mengatakan, pelaku bukan warga asli Mayangan dan baru sekitar lima tahun tinggal di dusun tersebut. Menurut keterangan warga, pelaku selama ini temperamen apalagi jika berhadapan dengan anak-anak.

Dengan ditangkapnya pelaku, ia mewakili warga Mayangan memberikan apresiasi kepada Polsek Gamping dan berharap tidak ada lagi aksi serupa. Sedangkan pelaku, mengaku khilaf telah menganiaya korban.

“Saya khilaf, saya mohon maaf karena telah melakukan penganiayaan,” ucap bapak dari dua anak itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini