2 Klinik di Gunungkidul Ditutup Imbas Dokter Positif Corona

Suharjono, Koran SI · Kamis 23 Juli 2020 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 510 2250971 2-klinik-di-gunungkidul-ditutup-imbas-dokter-positif-corona-Pc4XHYVbxC.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

GUNUNGKIDUL - Dua dokter di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dinyatakan positif virus corona (Covid-19). Dua klinik tempat dokter tersebut bekerja pun ditutup untuk mencegah penularan Covid-19.

"Kita berusaha memutus mata rantai penularan. Jadi dua klinik ditutup tempat kedua dokter bekerja," tutur Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty, melansir Sindonews, Kamis (23/7/2020).

Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan tracing. Pihaknya juga menyemprotkan disinfektan ke dua klinik yang ditutup tersebut.

"Langkah ini penting dilakukan. Kita juga terus melakukan swab massal khususnya tenaga kesehatan," ucapnya.

Hingga siang ini, secara akumulatif jumlah warga yang dinyatakan positif corona sebanyak 90 orang. Dari jumlah tersebut, 54 di antaranya dinyatakan sembuh, 35 dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengungkapkan, peningkatan jumlah konfirmasi positif antara lain karena tiga hal. Pertama peningkatan akibat warga yang melakukan perjalanan ke kota di luar DIY yang berstatus zona merah.

Dalam kasus di Gunungkidul, ada satu warga yang melakukan perjalanan daerah zona merah barat yang konfirmasi positif Covid-19 menulari lima warga.

"Ada juga yang dari daerah zona merah timur yang jumlahnya 4 orang warga. Masih ada lagi dari daerah zona merah lain yang menulari warga lainnya. Jadi faktor yang paling menonjol adalah oleh-oleh dari perjalanan ke daerah zona merah di luar DIY," katanya.

Kedua, penularan karena interaksi satu lingkungan kerja yang jumlahnya mencapai 5 orang. Sedangkan ketiga dari hasil karantina reaktif hasil rapid test yang pertengahan Juli ini menambah 5 orang.

Baca Juga : Ini 9 Kelurahan di Surabaya dengan Kasus Corona Terendah

 

"Hal terpenting yang harus kita pedomani untuk pribadi dan kekuarga serta lingkungan kita adalah disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan dengan sabun sesering mungkin, tidak berkerumun, jaga kebugaran badan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan tidak perlu panik tapi jangan menyepelekan pandemi Covid apapun alasannya," tuturnya.

Baca Juga : Ditanya Kapan Pandemi Corona Berakhir, Ini Jawaban Jubir Satgas Penanganan Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini