Tak Pakai Masker di Bantul Bakal Didenda Rp100 Ribu

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 24 Juli 2020 00:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 510 2251232 tak-pakai-masker-di-bantul-bakal-didenda-rp100-ribu-9BWNfEbX0V.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul akan menindak tegas pelanggaran masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Pelanggaran terhadap Peraturan Bupati (Perbub) No 79 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Penerapan Protokol Kesehatan akan dikenai denda Rp100.000.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan, dalam perbup tersebut ada sanksi berupa denda Rp100.000 bagi warga yang tidak menggunakan masker. Sedangkan bagi pelaku perjalanan yang tidak bersedia menjalankan isolasi mandiri 14 hari, dikenai sanksi atau denda Rp500.000.

“Perbub ini untuk mendisiplinkan masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan bukan karena sanksinya,” kata Helmi, Kamis (23/7/2020).

Helmi berharap masyarakat bisa mematuhi aturan yang telah dibuat. Penerapan protokol kesehatan dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan beberapa cara lainnya.

“Jika banyak warga yang terkena sanksi, maka keberadaan Perbub tersebut dinilai gagal mendisiplinkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Yulius Suharta mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 pihaknya kerap melakukan patroli. Jika terdapat pelanggaran dan banyak warga yang berkerumun akan diberikan imbauan saja.

Namun setelah ada perbup ini, pihaknya bisa memberlakukan sanksi jika terjadi pelanggaran. Perbup ini menjadi payung hukum bagi Satpol PP untuk menegakkan menerapkan sanksi tegas.

“Kita akan sosialisasikan perbup ini dulu, tidak bisa langsung memberikan sanksi kepada warga yang melanggar,” katanya.

Sosialisasi perbup ini telah dilakukan Bupati Bantul Suharsono dengan berkeliling di Pasar Bantul pagi tadi. Bupati mengajak dan mengingatkan pedagang agar menjalankan protokol kesehatan. Jangan sampai pasar tradisional di Bantul menjadi klaster Covid-19, karena yang rugi pedagang sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini