Baru Dapat Asimilasi Covid-19, Penjahat Kambuhan Nekat Rampas Handphone PNS

Herman Amiruddin, Okezone · Jum'at 24 Juli 2020 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 609 2251233 baru-dapat-asimilasi-covid-19-penjahat-kambuhan-nekat-rampas-handphone-pns-MfXVto9JTh.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MAKASSAR - Ibrahim (29) seorang pelaku pencurian HP merupakan residivis, yang baru keluar dari lapas, melalui Program Asimilasi Covid-19 diamankan polisi. Pelaku beraksi di Jalan Samiun, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, korbannya seorang pegawai negeri

Kapolsek Ujung Pandang, AKP Bagas Sancoyoning Aji mengatakan, aksi pelaku ini terbilang cukup nekat, karena dilakukan pada siang hari saat korban tengah menelpon di pinggir jalan. Tiba-tiba dirampas oleh pelaku, dan langsung lari.

"Kemudian beberapa warga yang melihat kejadian itu langsung mengejar pelaku," kata Bagas, Kamis (23/7/2020).

 penangkapan

Bagas menjelaskan, pelaku merampas handphone ponsel milik pria bernama Jufri, salah satu Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Saat dikejar oleh warga, pelaku terhenti setelah terjebak di jalan yang kebetulan ditutup karena ada pengerjaan proyek perbaikan.

Namun pelaku Ibrahim sempat melawan dengan mengacungkan parang kepada sejumlah warga saat itu.

"Saat anggota sedang berpatroli, mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Di situlah diamankan pelaku. Tidak sempat dikeroyok sama warga," ungkap Bagas.

Sementara introgasi pelaku sudah sering beraksi menjambret. Dan dari pengakuan pelaku, parang itu kerap dibawa, dan diselipkan di pinggangnya untuk berjaga diri.

"Kalau soal dia sering menjambret itu sementara kita dalami. Yang jelas kita sudah amankan, bersama barang bukti handphone milik korban," ungkap Bagas.

Pelaku Ibrahim dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana ancaman hukuman paling lama tujuh tahun. Serta melanggar pakai UU Darurat Nomor 12 tahun 1951. Kini, Ibrahim diamankan di Mapolsek Ujung Pandang.

Pelaku kata Bagas, merupakan residivis kasus yang sama, dan baru dua minggu keluar dari Lapas Kelas 1 Makassar melalui program asimilasi Covid-19.

"Dia divonis 1,6 Tahun untuk kasus Jambret, untuk kasus lembar negara (membawa sajam) 10 bulan," pungkas Bagas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini