Daerah Trusmi Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Fathnur Rohman, Okezone · Minggu 26 Juli 2020 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 26 525 2252337 daerah-trusmi-jadi-klaster-baru-covid-19-di-kabupaten-cirebon-JfEMhr8cOr.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

CIREBON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat adanya penambahan 20 kasus baru pasien terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, selama sepekan terakhir. Penambahan kasus ini tersebar di beberapa wilayah seperti di Trusmi, Losari, Astanajapura, dan Pasindangan.

Kadinkes Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menjelaskan, penambahan kasus Covid-19 terbanyak berada di daerah Trusmi dengan 16 orang dinyatakan positif. Sedangkan sisanya berada di tiga wilayah lain, yakni dua orang positif di daerah Losari, satu orang positif di daerah Astanajapura, serta satu orang positif di daerah Pasindangan.

Menurut Eni, penambahan kasus pasien positif Covid-19 kali ini merupakan yang tertinggi di Kabupaten Cirebon untuk saat ini. Ia menyebut, daerah Trusmi sudah termasuk sebagai klaster terbaru penularan virus corona.

"Ada 20 penambahan baru. Ini lonjakan yang paling tinggi. Nanti kita tunggu evaluasi dari provinsi soal Kabupaten Cirebon masuk zona apa. Kami sudah lapor ke provinsi. Saat ini Kabupaten Cirebon masih zona kuning," kata Eni kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).

Eni melanjutkan, penularan Covid-19 di klaster Trusmi bermula ketika ada salah seorang warga yang dinyatakan positif setelah pulang dari Kota Semarang. Warga ini, kata Eni, kemudian melakukan kontak erat dengan 22 orang lainnya.

 virus corona

Dari 22 orang ini, sambung Eni, 16 di antaranya dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Mereka terdiri dari lima orang aparat desa setempat, satu orang tukang becak, satu orang pembantu, serta sembilan orang anggota keluarga pasien tersebut.

"Awalnya dari Semarang. Dia kontak erat dengan 22 orang. Yang positif 16 orang. Mereka dirawat di rumah sakit. Dia pulang dari Semarang karena sakit, terus dijemput keluarganya," ujar Eni.

Eni mengimbau, dengan adanya lonjakan kasus pasien Covid-19 ini masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada. Sehingga penularan virus corona bisa dihindari.

Selain itu, lanjutnya, Dinkes Kabupaten Cirebon berencana akan melakukan tes swab massal di klaster Trusmi, dengan target 500 sampai 1000 orang mengikuti tes. Pihaknya juga bakal mengajukan permintaan alat reagen PCR ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melaksanakan tes swab massal tersebut.

"Kalau dari luar kota mau ke Cirebon sebaiknya rapid test atau swab test dulu. Dan lapor ke aparat desa setempat. Supaya teman-teman dari puskesmas cepat menanganinya. Analisnya di puskesmas sudah bisa swab. 60 analis sudah dilatih untuk swab," tutur Eni.

Sekedar informasi, total kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon tercatat ada 62 orang. Dari 62 orang ini, 24 dinyatakan sembuh, empat orang meninggal dunia, dan 34 orang masih menjalani perawatan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini