Digelar Terbatas, Arab Saudi Bebaskan Biaya Ibadah Haji Tahun Ini

Agregasi VOA, · Senin 27 Juli 2020 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 18 2252859 digelar-terbatas-arab-saudi-bebaskan-biaya-ibadah-haji-tahun-ini-v8HtVIoKUS.jpg

PANDEMI virus corona membuat pelaksanaan ibadah haji tahun ini menjadi sangat dibatasi untuk mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas. Pemerintah Arab Saudi melakukan seleksi bagi para jamaah yang mendaftar secara daring, memiliki siapa saja yang memenuhi syarat, dan diizinkan untuk mengikuti ibadah haji yang akan dimulai pada 29 Juli.

Farah Abu Shanab, seorang warga Palestina yang bermukim di Riyadh adalah salah seorang calon jamaah yang permintaannya untuk mengikuti ibadah haji tahun ini tidak dikabulkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Dia mengaku kecewa tidak bisa beribadah haji tahun ini tetapi menyatakan bisa menerima keputusan tersebut.

"Rasanya sangat sedih dan menyakitkan. Satu-satunya hal yang membuat saya menerima (keputusan) ini adalah, terima kasih Tuhan, pemerintah tetap mengadakan ibadah haji, walaupun secara ketat membatasi jumlah jemaah. Setidaknya orang akan melakukan ritual ini, karena kami sangat sedih ketika masjid ditutup," ujarnya sebagaimana dilansir VOA.

BACA JUGA: Arab Saudi Tegaskan Seleksi Jamaah Haji Tahun Ini Ketat dan Transparan

Nasser Younes Solebarmo adalah ekspatriat Nigeria yang juga bermukim di Riyadh. Ia mendaftar dan terpilih. "Jujur saja, bagi saya, virus corona membawa keberuntungan. Tanpa virus corona, mungkin saya tidak pergi haji. Insya Allah, pandemi ini akan segera berakhir."

Berbagai media melaporkan, jumlah jemaah yang pada akhirnya diizinkan beribadah haji tahun ini naik 10 kali lipat, dari 1.000 menjadi 10 ribu.

BACA JUGA: Arab Saudi Tidak Izinkan Para Pejabat Laksanakan Haji Tahun Ini

Sejak Jumat (24/7/2020), jemaah berdatangan dari berbagai kota Arab Saudi. Salah seorang dari mereka adalah perempuan Indonesia.

Afnan Firdaus mengungkapkan, istrinya menangis terharu dan sangat senang mendapat kesempatan berhaji kali ini. Ia tidak mau menyebut nama istrinya yang mematuhi larangan pemerintah Arab Saudi untuk tidak berbicara dengan media.

Afnan membeberkan, ketika Pemerintah Saudi memberi tahu bahwa kuota haji diutamakan bagi tenaga medis, yang dinilai telah berjuang keras beberapa bulan ini untuk menangani Covid-19, istrinya yang bekerja sebagai perawat, ikut mendaftar.

Tetapi, kata Afnan, setelah terpilih, istrinya siap mundur karena mendapat informasi bahwa setiap jemaah harus membayar sampai 13 ribu riyal atau lebih dari 50 juta rupiah. Rupanya itu ujian bagi kesungguhan.

“Ternyata hajian kali ini, gratis. Tidak dipungut biaya apa pun. Istri saya merasa lebih terharu. Ini dianggap sebagai panggilan Allah,” tulis Afnan melalui WhatsApp.

Konjen Republik Indonesia di Jeddah, Eko Hartono mengatakan ada dua orang Indonesia yang terpilih beribadah haji. Tetapi keduanya sama-sama tidak mau berbicara dengan media, sesuai larangan pemerintah Arab Saudi.

Selain rutin mensanitasi Masjidil Haram, Pemerintah Arab Saudi melakukan langkah-langkah keamanan, bahkan sebelum jamaah dipilih. Usia, misalnya, antara 20 dan 50 tahun, tidak boleh mengidap penyakit, dan belum pernah berhaji.

Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah mengatakan, bukan hanya jemaah, semua pekerja dan petugas keamanan pun harus dipastikan tidak mengidap virus corona. Jemaah dites virus corona sebelum tiba di Makkah dan diminta swakarantina setelah berhaji.

Selain itu, "Akan ada tim medis yang menemani jemaah dalam setiap tahap. Juga akan ada ambulans dan petugas ambulans."

Langkah lain, masker dikenakan setiap saat dan jemaah dilarang menyentuh atau mencium Ka'bah. Air zam-zam, yang biasanya bebas diminum kapan saja, kali ini hanya tersedia dalam kemasan. Kerikil untuk melempar jumrah pun tidak perlu dicari karena sudah disiapkan dalam kantung dan disteril.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini