5 Aparat Desa Positif Corona, Kantor Pemdes Trusmi Kulon Cirebon Ditutup Sementara

Fathnur Rohman, Okezone · Senin 27 Juli 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 525 2252721 5-aparat-desa-positif-corona-kantor-pemdes-trusmi-kulon-cirebon-ditutup-sementara-LLj6QyB1XF.jpg Kantor Desa Trusmi (Foto : Okezone.com/Fathnur)

CIREBON - Kantor Pemerintahan Desa (Pemdes) Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditutup sementara karena lima aparat desanya dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Menurut Camat Plered, Hardomo, kelima aparat desa di Trusmi Kulon termasuk dalam 16 pasien yang tertular Covid-19 di klaster Trusmi. Ia menyebut, selama Kantor Pemdes Trusmi Kulon ditutup, pihaknya akan melakukan sterilisasi dengan cara menyemprot seluruh bagian kantor menggunakan cairan disinfektan.

Hardomo mengatakan, kendati Kantor Pemdes Trusmi Kulon ditutup, pelayanan untuk warga tetap berjalan. Pelayanan itu, kata dia, akan dilakukan di tempat lain.

"Kantor desanya ditutup sementara waktu. Kita sterilisasi dengan menyemprot cairan disinfektan satu hari dua kali. Pelayanan tetap berjalan, tapi bukan di kantor desa," kata Hardomo kepada Okezone, Senin (27/7/2020).

Hardomo melanjutkan, selain menutup Kantor Pemdes Trusmi Kulon, pihaknya juga akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di tiga desa, yaitu Desa Trusmi Wetan, Desa Wotgali, serta Desa Trusmi Kulon. Hal ini dilakukan guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di daerah tersebut.

Baca Juga : Tak Punya Uang Bayar Denda Masker, Ibu Ini Jadikan Anaknya sebagai Jaminan

Baca Juga : 6 Bulan Pimpin KPK, Firli Cs Menyidik 160 Perkara & Tangkap 85 Tersangka

Skema PSBM sendiri diterapkan dengan cara melakukan penyekatan pada akses masuk desa. Nantinya, pihak Kecamatan Plered hanya akan membuka satu jalan utama.

Selain itu, sambung Hardomo, beberapa petugas akan disiagakan untuk memeriksa siapa saja orang-orang, yang hendak masuk atau keluar dari tiga desa tersebut.

"PSBM dilaksanakan selama tiga hari. Ada jalan yang ditutup atau dilakukan penyekatan, ada juga jalan yang dibuka tapi istilahnya tetap bisa dilalui setelah ada pemeriksaan dari petugas," papar Hardomo.

Hardomo menyampaikan, tujuan diberlakukannya PSBM ini adalah untuk membatasi kegiatan warga di tiga desa itu, khususnya di Desa Trusmi Kulon. Pasalnya, 16 orang yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 beberapa waktu lalu itu berasal dari desa tersebut.

"Kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19 kita melaksanakan pembatasan kegiatan warga di tiga desa itu. Terutama di Trusmi Kulon. Kemarin keluarga terdekat dari yang positif itu jangan sampai keluar rumah atau beraktivitas dulu untuk sementara," ucap Hardomo.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini