Kim Jong-un Bagikan Pistol dan Berfoto Ala "Gangster" dengan Para Jenderal

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 Juli 2020 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 18 2253424 kim-jong-un-bagikan-pistol-dan-berfoto-ala-gangster-dengan-para-jenderal-qfFGtzU0x8.jpg Foto: KCNA.

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong-un berpose bersama para pemimpin militer yang memamerkan pistol mereka pada peringatan 67 tahun akhir Perang Korea, Senin (27/7/2020).

Kim memberikan para komandan terkemukanya pistol peringatan dalam sebuah upacara memperingati Kesepakatan Gencatan Senjata Korea, yang ditandatangani pada 27 Juli 1953.

Media pemerintah melaporkan, pistol, yang dikenal sebagai "Paektusan" itu diberikan oleh Kim kepada puluhan perwira senior, yang berjanji kesetiaan mereka kepadanya. Mereka berfoto mengelilingi sang Pemimpin Besar dengan pistol yang diletakkan di depan dada mereka.

BACA JUGA: Kim Jong-un: Tidak Akan Ada Lagi Perang Berkat Senjata Nuklir Korut

"Para peserta mengangkat pistol dan berjanji untuk berjuang untuk Kim Jong-un dengan mengorbankan nyawa mereka," demikian dilaporkan kantor berita KCNA.

Meski Korea Utara baru saja melaporkan kasus dugaan infeksi virus corona, namun tidak satu pun peserta sesi foto tersebut tampak mengenakan masker.

Menurut laporan KCNA, Kim juga mengunjungi pemakaman di pinggiran Pyongyang di mana korban dan tentara yang tewas dalam Perang Korea dimakamkan.

BACA JUGA: Pimpin Pertemuan Militer, Kim Jong-un Berjanji Tingkatkan Kemampuan Nuklir Korut

Dia meletakkan setangkai mawar dan membungkuk di depan sebuah monumen besar di Pemakaman Martir Perang Pembebasan Tanah Air. Namun, KCNA tidak mengungkapkan kapan tepatnya Kim pergi ke sana.

Perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani setelah tiga tahun perang telah mengakhiri konflik yang menewaskan jutaan nyawa antara dua Korea. Namun, perang telah membuat semenanjung itu terbelah. Korea Utara dan Selatan terpisah oleh Zona Demiliterisasi yang dijaga ketat.

Sampai saat ini kedua negara secara teknis masih dalam kondisi perang karena tidak ada perjanjian damai yang ditandatangani usai perang.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini