Kunjungi Pabrik Vaksin Covid-19, Trump Kembali Terlihat Kenakan Masker

Agregasi VOA, · Selasa 28 Juli 2020 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 18 2253466 kunjungi-pabrik-vaksin-covid-19-trump-kembali-terlihat-kenakan-masker-DViLL7eguP.jpg Foto: Reuters.

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali terlihat mengenakan masker ketika difoto saat mengunjungi sebuah laboratorium di North Carolina yang memproduksi komponen utama vaksin Covid-19 yang dikembangkan Novavax.

Fujifilm Diosynth Biotechnologies Innovation Center memproduksi vaksin untuk Novavax, perusahaan di Gaithersburg, Maryland yang menerima USD1,6 miliar dari Pemerintah Federal untuk mempercepat pengembangan vaksin virus corona.

Pemerintah Trump meluncurkan apa yang disebut Operation Warp Speed, program di mana beberapa vaksin virus corona dikembangkan secara bersamaan dengan harapan AS akan memiliki 300 juta dosis vaksin yang aman dan efektif dan siap dipakai pada Januari.

BACA JUGA: Vaksin Potensial Virus Corona Mulai Diuji ke Manusia

Dalam kesempatan itu, Trump meminta warga AS untuk melakukan berbagai langkah penjagaan jarak sosial dan pencegahan penyebaran virus corona.

"Saya percaya semua orang Amerika akan melakukan hal yang benar, tetapi kami sangat menyarankan semua orang terutama berfokus pada menjaga jarak fisik, menjaga kebersihan, menghindari pertemuan yang ramai dan bar dalam ruang tertutup dan memakai masker jika diperlukan," kata Trump kepada sekelompok wartawan sebelum kunjungan ke Fujifilm Diosynth, sebagaimana dilansir VOA.

BACA JUGA: RI Targetkan Vaksin Covid-19 Diproduksi Massal Tahun Depan

Sebelum meninjau pabrik itu, berbicara kepada puluhan politisi North Carolina, ilmuwan, pejabat Gedung Putih, jurnalis dan agen Dinas Rahasia, Trump adalah satu-satunya orang yang tidak memakai masker.

Trump dikritik karena pemerintahan federal dinilai terlambat menanggapi pandemi virus corona. Menanggapi kritikan itu, Trump mengatakan, “Kita melaporkan kasus yang ada. Sebagian besar dunia tidak," cetusnya.

Trump mengatakan Amerika telah melakukan lebih dari 52 juta tes. Ia menambahkan, "tidak ada satu pun negara melakukan sebanyak itu."

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini