Carrie Lam: Hong Kong Berada di Ambang Wabah Besar Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 29 Juli 2020 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 18 2253972 carrie-lam-hong-kong-berada-di-ambang-wabah-besar-covid-19-M7NDBymZP8.jpg Foto: Okezone.

HONG KONG - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah memperingatkan kota itu berada di ambang wabah virus corona "besar-besaran" yang dapat membanjiri rumah sakit dan sistem kesehatannya. Lam mendesak orang-orang untuk tinggal di dalam rumah sebanyak mungkin karena langkah-langkah baru yang ketat untuk mengekang penyebaran penyakit telah diberlakukan.

Mulai Rabu (29/7/2020), semua 7,5 juta penduduk di kota bekas koloni Inggris itu diharuskan mengenakan masker saat meninggalkan rumah, sementara restoran hanya diperbolehkan menyajikan makanan yang bisa dibawa pulang.

Aturan berkumpul di tempat umum dibatasi hanya untuk dua orang dari rumah tangga yang berbeda dengan denda hingga 5.000 dolar Hong Kong bisa dikenakan kepada para pelanggar. Ini merupakan aturan paling ketat yang diberlakakukan di Hong Kong sejak pandemi Covid-19 dimulai.

BACA JUGA: Sindikat Hong Kong Manfaatkan Wabah Covid-19 untuk Lakukan Penipuan

Pemerintah juga memperketat pengaturan pengujian dan karantina untuk anggota awak kapal dan udara.

Aturan baru, yang akan tetap berlaku setidaknya selama tujuh hari, muncul setelah lonjakan infeksi baru. Lebih dari 1.000 kasus telah dikonfirmasi sejak awal Juli, lebih dari 40 persen dari total kasus sejak virus pertama kali menyerang kota pada akhir Januari.

Kasus harian baru di Hong Kong telah berada di atas 100 selama enam hari terakhir.

"Kami berada di ambang wabah komunitas besar-besaran, yang dapat menyebabkan runtuhnya sistem rumah sakit kami dan merenggut nyawa, terutama orang tua," kata Lam dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Al Jazeera pada Rabu.

BACA JUGA: Cegah Kasus Baru COVID-19, Hong Kong Tutup Pintu Masuk bagi Pendatang

"Untuk melindungi orang-orang yang kita cintai, staf layanan kesehatan kita, dan Hong Kong, saya menghimbau Anda untuk secara ketat mengikuti langkah-langkah jarak sosial dan tinggal di rumah sejauh mungkin."

Hong Kong adalah salah satu tempat pertama yang terkena virus corona setelah terdeteksi di daratan China pada awal tahun. Kota ini awalnya memiliki keberhasilan yang luar biasa dalam mengendalikan wabah, sebagian dibantu oleh masyarakat yang sadar kesehatan mengadopsi penggunaan masker wajah dan program lacak-jejak yang efisien, yang ditempa selama pandemi virus SARS yang mematikan pada 2003.

Pada Juni, transmisi lokal berakhir di kota itu dinyatakan berakhir.

Dengan kembalinya virus itu, pejabat kesehatan telah berjuang untuk mengungkap sumber wabah.

Sebagian menyalahkan pembebasan karantina 14 hari yang biasa diberikan pemerintah kepada "personel penting", termasuk pengemudi truk lintas batas, awak udara dan laut, serta beberapa eksekutif manufaktur.

Pemerintah sejak itu telah memperketat pembatasan untuk beberapa kelompok tersebut, dan mengumumkan rencana untuk membangun rumah sakit lapangan 2.000 tempat tidur sementara di dekat bandara.

Sejak akhir Januari, lebih dari 2.880 orang telah terinfeksi di Hong Kong, dan 23 orang telah meninggal.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini