Cara Satgas Cegah Kasus Ambil Paksa Pasien Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 29 Juli 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 519 2254125 cara-satgas-cegah-kasus-ambil-paksa-pasien-covid-19-Z9beK3WFMh.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

MALANG - Satgas Gugus Tugas Kota Malang terus berupaya melakukan edukasi ke masyarakat terkait pandemi virus corona (Covid-19).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang dr. Husnul Muarif mengatakan, seluruh elemen di Kota Malang turut bergerak, baik itu Pemkot, aparat kepolisian, TNI, dan elemen lainnya.

Maka tak heran kasus pengambilan paksa jenazah yang berstatuskan pasien dalam pengawasan (PDP) bisa dicegah.

Sebagai informasi di Kota Malang hampir terjadi beberapa kali pengambilan jenazah dan penolakan pemakaman jenazah sesuai protokol kesehatan Covid-19, salah satunya pasien di kawasan Kebalen Wetan. Namun setelah diberikan pemahaman oleh Forkopimda Kota Malang, keluarga pasien dan warga akhirnya menerima.

"Jadi kita bergerak semua, Pemkot Malang bergerak, semua stakeholder masyarakat bergerak memberikan edukasi," ujar Husnul saat ditemui okezone, pada Rabu (29/7/2020).

Baca Juga:  Kemendagri Luruskan Pernyataan Tito Karnavian Terkait Jenazah Covid-19 Dibakar

Satgas bersama elemen terkait juga melibatkan masyarakat dalam memberikan edukasi ke pihak-pihak yang masih memberikan stigma negatif kepada pasien corona beserta keluarganya.

"Kita berikan edukasi yang masif kepada masyarakat bahwa apa, bahwa Covid-19 itu bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja," tuturnya.

Maka peran masyarakat dan lingkungan sekitar dalam mendukung, disebut Husnul, sangat diperlukan. Hal ini terbukti dengan tingkat kesembuhan pasien corona di Kota Malang yang mencapai 62 persen.

"Kita terus minta jangan dijauhi karena kalau dijauhi, dijadikan stigma, itu akan tertekan stres. Imunnya akan turun, begitu imun turun, sudah Covid-19 berkembang kepada organ - organ lainnya. Tapi begitu di-support oleh masyarakat, kebutuhan dipenuhi oleh RW dan lain-lain, ada imun meningkat. Kalau imun meningkat biasanya covid nggak bertahan lama," terang Husnul.

Baca Juga:  Polisi Tangkap 4 Provokator Terkait Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Terkait penolakan protokol kesehatan Covid-19 lantaran pihak keluarga menduga perlakuan jenazah tak sesuai keyakinan agamanya, Husnul juga membantahnya. Ia memastikan setiap jenazah corona yang meninggal dunia, selain diperlakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19, juga diberlakukan pemulasaran sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

"Karena pemulasaraan jenazah itu lengkap, mengkafani lengkap sekali, mulai dari plastik, habis itu ada kafan, habis itu masih ada peti sudah, sehingga tidak terjadi kebocoran," bebernya.

"Di rumah sakit pemulasaraannya jenazah rujukan ada di Saiful Anwar (RSUD Saiful Anwar) saya pernah ikut memandikannya, mengkafani, dan menyolatinya, tetap diberlakukan sesuai dengan keyakinannya," bebernya.

Sementara itu salah seorang anggota Satgas Pemakaman Pasien Covid-19 Kompol Sutiono mengakui masih ada stigma negatif terhadap keluarga yang anggotanya meninggal dunia terindikasi corona.

"Makanya kita kadang adu argumen dengan pihak keluarga. Kita jelaskan baik - baik, sebelum akhirnya mereka menerima. Kalau misalkan mereka mau ikut pemulasaran dan memakamkan silakan, tapi kami harus pakai APD lengkap," tukasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini