Ketua RT hingga Kepala Dinas Diduga Terlibat Penyelewengan Bansos Covid-19

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 29 Juli 2020 22:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 525 2254224 ketua-rt-hingga-kepala-dinas-diduga-terlibat-penyelewengan-bansos-covid-19-ve6So0GYtv.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Polda Jabar mengungkap para pelaku dari 13 kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 yang tengah diselidiki.

Penyelewengan bansos COVID-19 tersebut diduga dilakukan oleh aparat kewilayahan, seperti camat, kepala desa, perangkat desa, ketua RT dan RW. Bahkan ada juga kasus dugaan penyelewengan bansos yang melibatkan kepala dinas sosial dan kepala seksi kesejahteraan rakyat (kasi kesra) dinas sosial.

"Para terduga pelaku dari 13 kasus penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 itu mayoritas merupakan aparatur kewilayahan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar Kombes Pol Yaved Duma Parembang dilansir dari Sindonews.com, Rabu (29/7/2020).

Kombes Pol Yaved mengemukakan, modus para pelaku dalam sejumlah kasus dugaan penyelewengan bansos itu beragam. Ada kasus yang menggunakan modus langsung memotong dana yang seharusnya menjadi hak masyarakat penerima yang membutuhkan.

Selain itu, ujar Dirkrimsus, ada juga modus mengganti isi dus bansos berupa kebutuhan pokok dengan produk lain yang lebih rendah kualitasnya ataupun lebih rendah nilai harganya.

Kasus penyelewengan dengan mengganti isi bantuan sembako itu terjadi di Kabupaten Cianjur, Subang, dan Karawang. "Isi seharusnya daging diganti menjadi abon. Bansos uang tunai diganti menjadi sembako. Beras diganti kualitasnya lebih murah. Ada juga pengurangan (pemotongan) dana," ujar Kombes Pol Yaved.

Baca Juga : Manokwari Diguncang Gempa, Ajudan Selamatkan Gubernur Papua Barat dari Lantai 2 Hotel

Baca Juga : Ini Skenario Sekolah Tatap Muka di Jawa Tengah

Berdasarkan penyelidikan sementara, ungkap Dirkrimsus, motif para terduga pelaku melakukan penyelewengan itu adalah untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Kombes Pol Yaved mengemukakan, modus para pelaku dalam sejumlah kasus dugaan penyelewengan bansos itu beragam. Ada kasus yang menggunakan modus langsung memotong dana yang seharusnya menjadi hak masyarakat penerima yang membutuhkan.

Selain itu, ujar Dirkrimsus, ada juga modus mengganti isi dus bansos berupa kebutuhan pokok dengan produk lain yang lebih rendah kualitasnya ataupun lebih rendah nilai harganya.

Kasus penyelewengan dengan mengganti isi bantuan sembako itu terjadi di Kabupaten Cianjur, Subang, dan Karawang. "Isi seharusnya daging diganti menjadi abon. Bansos uang tunai diganti menjadi sembako. Beras diganti kualitasnya lebih murah. Ada juga pengurangan (pemotongan) dana," ujar Kombes Pol Yaved.

Berdasarkan penyelidikan sementara, ungkap Dirkrimsus, motif para terduga pelaku melakukan penyelewengan itu adalah untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini