Jamaah An-Nadzir Gelar Salat Idul Adha Besok Pagi

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 29 Juli 2020 20:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 609 2254182 jamaah-an-nadzir-gelar-salat-idul-adha-besok-pagi-cGOnHYtTDn.jpg Jamaah An Nadzir saat sholat Ied Idul Fitri (foto: Okezone.com)

SUNGGUMINASA - Jamaah An-Nadzir yang bermukim di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, akan melaksanakan salat Idul Adha 1441 Hijriah, pada Kamis 30 Juli 2020 pagi.

Pelaksanaan salat Idul Adha jamaah An-Nadzir ini lebih cepat sehari dibandingkan ketetapan pemerintah, yang jatuh pada Jumat 31 Juli 2020.

"Pelaksanaan salat Idul Adha 1441 H, jamaah An-Nadzir dilaksanakan Kamis (30/7/2020) besok. Hal ini sudah disampaikan ke seluruh jamaah An-Nadzir," ungkap Pimpinan Jamaah An-Nadzir, Ustaz M. Samiruddin Pademmui, Rabu (29/7/2020).

Dia mengatakan, salat Idul Adha Jamaah An-Nadzir akan digelar di halaman Masjid Baitul Muqaddis Perkampungan Jamaah An-Nadsir, di Romang Lompoa. Dimana akan diikuti oleh sekitar 500-an Jamaah An-Nadzir.

 Ide

Ustadz Samiruddin menjelaskan, jamaah An-Nadzir menetepkan 1 Dzulhijjah 1441 Hijriah pada Senin 20 Juli 2020 lalu. Sehingga 10 Dzulhijjah jatuh pada 30 Juli 2020.

Penetapan 1 Dzulhijjah tersebut diputuskan setelah melakukan pemantauan bulan oleh tim tujuh. Berdasarkan laporan pemantauan tim tujuh, terjadi pergantian bulan tanggal 19 Juli 2020 pukul 13.00 WITA.

"Jadi terhitung 1 Dzulhijjah pada 20 Juli 2020. Sehingga pada tanggal 30 Juli 2020 sudah masuk 10 Dzulhijjah," ungkapnya.

Keputusan Jamaah An-Nadzir, kata Samir, juga dikuatkan melalui pengamatan terhadap sempurnanya purnama. Dia menjelaskan, pemantauan bulan tahap pertama dilihat pada purnama bulan.

"Purnama itu kan pada 14, 15, 16. Di situ kita menemukannya. Ada semua tanda-tandanya," ujarnya.

Tahap terakhir katanya, jamaah atau tim tujuh melakukan pengamatan terhadap tanda-tanda atau fenomena alam, seperti angin, kilat, dan pasang air.

Jamaah An-Nadzir diketahui adalah kelompok organisasi Islam yang memiliki perkampungan di Jalan STPP Gowa, Romang Lompoa, Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Dari tinjauan Bahasa Arab, An-Nadzir memiliki makna pemberi peringatan, bukan hanya pengikutnya melainkan juga masyarakat umum.

Para Jamaah An-Nadzir sendiri memiliki pakaian khas berwarna hitam. Laki-laki memakai celak, sementara perempuan menggunakan cadar penutup muka dan jilbab besar. Ciri khas yang dimiliki jamaah An-Nadzir untuk mengikuti ajaran Rasulullah yaitu memanjangkan rambut dan berwarna pirang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini