Mendikbud Sebut PPDB Zonasi Hapus Diskriminasi, Ini Penjelasannya

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 29 Juli 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 65 2253816 mendikbud-sebut-ppdb-zonasi-hapus-diskriminasi-ini-penjelasannya-6HubmqlNQ1.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan, bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam sistem zonasi merupakan sebuah upaya menghilangkan diskriminasi yang terjadi secara massal.

“Bahwa pemilihan PPDB berdasarkan zonasi adalah mengkoreksi diskriminasi yang tadinya terjadi secara massal di seluruh negara kita,” ujar Nadiem dalam webiner bertajuk ‘Menjaga Integritas Dalam Implementasi Kebijakan PPDB’ dalam YouTube KPK, Rabu (29/7/2020):

Ia turut menggambarkan sedikit diskriminasi yang dimaksudnya. Seperti halnya siswa berasal dari kelompok ekonomi tinggi mempunyai akses mengikuti bimbingan belajar, sehingga memperoleh nilai ujian nasional yang tinggi dan memudahkan mereka masuk ke sekolah negeri.

“Dan yang terjadi adalah banyak sekali yang sosial ekonominya lebih tinggi malah yang masuk ke sekolah negeri dan yang termiskin kebanyakan di sekolah swasta yang harus bayar SPP,” terang Nadiem.

Nadiem mengklaim dengan PPDB melalui sistem zonasi, membuat siswa dengan tingkat sosial ekonomi paling rendah berpeluang untuk masuk ke sekolah negeri secara transparan.

“Saat terjadi zonasi, tahun ini terjadi pertama kalinya masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi paling rendah pertama kali bisa secara dengan lebih transparan bisa masuk ke sekolah negeri,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui kebijakan PPDB secara sistem zonasi ini akan tidak mudah. Tapi menurutnya dibutuhkan reformasi untuk dunia pendidikan di Indonesia.

“Dan ini merupakan suatu transisi yang memang tidak mudah tetapi merupakan suatu reformasi yang menurut saya sangat penting dan bisa secara dramatis mengubah kesetaraan pendidikan di indonesia,” tandas Nadiem.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini