Dua Orangutan Kebun Binatang Kurus Mengenaskan di Pandemi Covid-19

Taufik Budi, Okezone · Kamis 30 Juli 2020 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 512 2254537 dua-orangutan-kebun-binatang-kurus-mengenaskan-di-pandemi-covid-19-r8e2aE61NV.jpg Foto: Ist

SEMARANG - Dua orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Jawa Tengah kondisinya kian mengenaskan selama masa pandemi Covid-19. Kedua orangutan itu bernama Boboi dan Samson berjenis kelamin jantan kini usianya telah mencapai 30 dan 15 tahun.

Samson merupakan satwa di Taman Satwa Jurang Kencana Kendal dan Boboi adalah satwa di konservasi milik Erwin Semarang. Petugas Karantina Pertanian Semarang, Samiyono mendampingi proses pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel darah untuk keperluan uji laboratorium bersama BKSDA pada Selasa 28 Juli.

"Kedua orang utan ini akan diuji tuberculin untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi kuman Mycobacterum tuberkulosis dan uji Elisa untuk mengetahui titer antibodi rabies," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Parlin Robert Sitanggang, Kamis (30/7/2020).

"Hasil yang bagus dan sehat tentunya sangat diharapkan. Sehingga orang utan ini dapat diberangkatkan ke Kalimantan untuk kembali ke habitat dengan tujuan penyelamatan satwa. Sehat menjadi syarat penting, pasalnya jika orangutan ini sakit dapat menular ke orangutan lain dan akan menyebar ke ekosistem yang ada," tambahnya.

Dia menambahkan, faktor usia menjadi pertimbangan pihak manajemen Taman Satwa untuk kembalikan ke habitat. Pasalnya usia kedua orangutan itu rentan terserang penyakit seperti manusia. Beberapa penyakit infeksi yang ada pada manusia dapat diderita orangutan.

"Oleh karenanya penyakit merupakan salah satu ancaman yang paling besar terhadap kelangsungan hidup orangutan, sehingga interaksi manusia dengan orangutan dikurangi," lugasnya.

"Faktor biaya operasional yang cukup tinggi di masa pandemi Covid-19 menjadi dasar rencana ini. Biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih banyak karena terdapat biaya tambahan untuk menjaga agar antibodi nya tetap terjaga, tidak mudah terserang penyakit," tutur dia.

Orangutan ini nantinya akan menjalani proses rehabilitasi dan habituasi. Selain itu perlu observasi selama 14 hari untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa. Proses rehabilitasinya akan dilaksanakan di Ketapang.

"Di sini orangutan akan dilatih agar menjadi liar kembali. Selama bertahun-tahun di Taman Satwa orangutan ini terlindung dari bahaya kelaparan dan ancaman binatang buas ataupun manusia," jelasnya.

Hewan yang terbiasa di kandang jarang belajar keterampilan, dan terbiasa kontak dengan manusia. Sehingga tidak memiliki rasa takut terhadap manusia, mereka rentan pemburu liar dan tidak siap untuk hidup di alam liar. Selain itu jiwa alami mereka telah hilang dan terkesan manja. Untuk makan, mereka terbiasa menunggu, tidak mencari sendiri, Oleh karenanya rehabilitasi sangat diperlukan untuk kelangsungan hidupnya.

"Dengan kegiatan translokasi ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk ikut menjaga dan melindungi satwa liar," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini