Proyek Talut Ambrol karena Salah Perhitungan, 1 Tewas 3 Terluka karena Tertimpa

Bramantyo, Okezone · Kamis 30 Juli 2020 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 512 2254552 proyek-talut-ambrol-karena-salah-perhitungan-1-tewas-3-terluka-karena-tertimpa-byhuHiyOIB.jpg TKP proyek talut ambrol di Karanganyar. Foto: Bramantyo

KARANGANYAR - Sebuah talut yang tengah dibangun di Dusun Ngetrep Rt 02/14 Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, ambrol.

Akibat kejadian tersebut satu orang kuli bangunan bernama Warno (35th), warga Dusun Badan, Rt04/05 Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Selain menyebabkan satu orang meninggal dunia, empat orang lainnya mengalami terluka. Korban luka berat diketahui bernama Darno (60) warga Dusun Ngetrep, RT 02/14, Desa Kemuning. Ia mengalami patah kaki kiri.

Selain Darno, korban luka berat lainnya pemilik bangunan, yaitu Ngadiman (40) warga Dusun Mikir, RT 02/14, Desa Kemunin. Ia mengalami patah kaki sebelah kanan. Kedua korban luka berat tersebut telah dilarikan ke RSUD Kartini.

Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD Karanganyar Sundoro mengatakan, selain dua orang luka berat, masih ada satu orang lainnya yang mengalami luka ringan.

Baca Juga: Talut Ambrol, Tembok Rumah Warga Bantul Jebol

"Korban tersebut bernama Sagimin (45) warga Dusun Klotok, Desa Kemuning, Ngargoyoso. Korban mengalami lecet pada telapak tangan dan dada merasa ampek (sesak nafas). Namun korban sudah diizinkan pulang," papar Sundoro, Kamis (30/7/2020).

Menurut Sundoro, informasi dari Edi Hertanto salah satu pelapor, kejadian sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu keempat korban tengah menggali tempat cakar ayam untuk pembangunan pondasi talut.

Karena tebing terlalu curam dengan tinggi 4,5m, saat digali tiba tiba ambrol atau longsor dan menimpa pekerja dan pemilik bangunan di lokasi.

"Pekerja (yang meninggal) tersebut tertimbun tanah hingga tidak terlihat dengan ketebalan longsoran sekitar 30 cm," terangnya.

Baca Juga:  Baru Beroperasi 3 Bulan, Jembatan Pusung Sidodadi di Boyolali Ambruk

Longsor tersebut, ungkap Sundoro, terjadi karena adanya salah perhitungan dari yang membangun talud tersebut.

Mereka tidak memperhitungkan bila lokasi tempat kejadian perkara tersebut kontruksi tanahnya sangat labil. Sehingga begitu digali, tanah pun bergerak dengan cepat.

Bahkan saat proses evakuasi korban, setelah dilaporkan adannya kejadian tersebut, itupun dilakukan dengan sangat hati-hati. Karena tanah di lokasi kejadian sangat labil dan bisa membahayakan tim dari BPBD, Polri, TNI, relawan serta warga masyarakat yang melakukan evakuasi.

"Korban tak bisa menyelamatkan diri sehingga tanah yang digali langsung mengubur korban. Atas permintaan keluarga, korban meninggal sudah dimakamkan," terangnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini