Kenakan Pakaian Indonesia Raya Khas Gibran, Kader PKS Dicopot

Bramantyo, Okezone · Kamis 30 Juli 2020 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 512 2254631 kenakan-pakaian-indonesia-raya-khas-gibran-kader-pks-dicopot-kvHOySdsd0.jpg Anggota DPRD Fraksi PKS, Didik Hermawan (foto: istimewa)

SOLO - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo, akhirnya menjatuhkan sangsi pada salah satu anggota DPRD yang menggunakan pakaian Indonesia Raya, Khas Gibran Rakabuming Raka saat rapat paripurna di DPRD.

Sangsi pada Didik Hermawan, anggota PKS yang menggunakan pakaian khas Gibran dijatuhkan setelah sidang internal partai di ruangan Fraksi di DPRD kota Solo.

Dalam sidang tersebut hadir Didik Hermawan, Ketua Fraksi PKS DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro, Ketua Bappilu DPD PKS Kota Solo, Sugeng Riyanto juga Ketua DPD PKS Solo, Ghofar Ismail.

Usai sidang, Ketua Fraksi PKS Asih Sunjoto Putro mengatakan, Didik Hermawan terpaksa dicopot dari jabatannya sebagai sekretaris Fraksi PKS di DPRD Solo.

"Sangsi berikutnya yang diberikan Didik tidak boleh menjadi juru bicara fraksi PKS Solo selama satu tahun. Ketiga dilarang memakai pakaian yang dikenakan pada saat paripurna Rabu kemarin atau yang serupa," jelas Ketua Fraksi PKS DPRD Solo, Asih Sunjoto Putro, Kamis (30/7/2020).

 Gibran

Menanggapi sangsi yang diberikan pada dirinya, Didik Hermawan yang hadir saat itu meminta permohonan maaf atas kejadian kemarin. Kepada kader, simpatisan, umat, juga pemilih yang selama ini mendampingi PKS.

"Saya minta maaf atas kejadian saat rapat Paripurna yang mungkin dirasa melukai atau menyepelekan aspirasi dari umat," papar Didik.

Didik mengatakan, dirinya menggunakan pakaian khas yang kerab dipakai Gibran, bukan bermaksud untuk melukai semuanya. Dan sebagai kader dirinya akan taat dan patuh pada garis partai disaat nanti partai sudah memberikan keputusan.

"Tentu kami akan serta merta merapat dan tegak lurus pada keputusan partai. Namun dinamika masih tetap kami ikuti dan masih diperbolehkan dalam batas tertentu asal terkoordinasi dengan struktural partai," jelasnya.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna anggota DPRD dari PKS bernama Didik Hermawan, terlihat mengenakan kemeja Indonesia Raya, pakaian serupa yang dipakai Gibran saat awal mendaftar sebagai Kader PDIP.

Baju dengan bergambar pahlawan dikenakan Didik saat membacakan pandangan Fraksi PDIP salam Rapat Paripurna.

Didik Hermawan yang juga tergabung dalam Kaukus Muda PKS Solo ini mengatakan, sejak awal dirinya mendukung Gibran dalam pilwalkot 2020 ini. Kendati partai dimana dirinya bernaung, PKS, secara politik belum menentukan sikap mendukung Gibran atau tidak.

"PKS memang belum bersikap. Makanya kami mengumpulkan berbagai macam alternatif (calon). Apalagi saat ini PKS masih berusaha untuk membentuk koalisi," jelas Didik.

Langkah Didik yang menggunakan pakaian khas Indonesia Raya mensapatkan respon dari Ketua Bapilu DPW PKS Jawa Tengah Rohadi Widodo

Rohadi Widodo mengatakan, pihaknya akan mengkonfirmasikan sikap yang ditunjukan salah satu kader PKS dalam rapat Paripurna tersebut.

"Maksudnya apa sebenarnya, apakah "Nglulu" (Sindiran halus) atau yang lainnya. Akan saya konfirmasikan ke temen" Solo," ujar Rohadi pada Okezone.

Namun, ungkap Rohadi, apa yang dilakukan kader PKS dalam rapat paripurna DPRD Kota Solo itu juga bisa menegaskan atau menunjukan bila Indonesia Raya, Bung Karno, Merah Putih, Tanah Air adalah milik kita semua dan tidak diklaim milik sebagian golongan saja.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini