Dubes China Sebut AS Picu Perang Dingin Baru karena Pilpres

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 31 Juli 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 18 2255060 dubes-china-sebut-as-picu-perang-dingin-baru-karena-pilpres-8tpXcbgP8c.jpg Dubes China untuk London, Liu Xiaoming. (Foto: Reuters)

LONDON – Tiongkok pada Kamis (30/7/2020) menuduh Amerika Serikat (AS) memicu Perang Dingin baru karena beberapa politisi mencari kambing hitam untuk meningkatkan dukungan menjelang pemilihan presiden AS pada November.

Presiden AS Donald Trump mengidentifikasi China sebagai saingan utama Barat, dan menuduh Presiden Xi Jinping mengambil keuntungan atas perdagangan dan menyembunyikan informasi sebenarnya atas wabah virus corona baru, yang disebut Trump sebagai "wabah China".

Ditanya apakah dia melihat Perang Dingin yang baru, Duta Besar Tiongkok untuk London, Liu Xiaoming, mengatakan AS telah memulai perang dagang dengan China dan bahwa tidak akan ada pemenang dari pendekatan semacam itu.

BACA JUGA: China Sebut AS Sumber Ketidakstabilan Terbesar di Dunia

“Bukan China yang menjadi asertif. Adalah sisi lain Samudra Pasifik (AS) yang ingin memulai Perang Dingin baru di Tiongkok, jadi kita (China) harus menanggapinya," kata Liu kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters. "Kami tidak tertarik pada Perang Dingin, kami tidak tertarik pada perang apa pun.

"Kita semua telah melihat apa yang terjadi di Amerika Serikat, mereka mencoba untuk mengkambinghitamkan China, mereka ingin menyalahkan China atas masalah mereka," tambahnya lagi. "Kita semua tahu ini adalah tahun pemilihan."

Dubes Liu tidak menyebut nama calon presiden Trump atau Demokrat Joe Biden dalam pernyataannya, tetapi dia mengatakan beberapa politisi AS melakukan dan mengatakan apa pun untuk terpilih.

BACA JUGA: Setelah Perintahkan Penutupan Konsulat, AS Tangkap Tiga Warga China

"Mereka ingin melakukan apa saja termasuk memperlakukan China sebagai musuh," kata Liu. "Mungkin mereka berpikir mereka membutuhkan musuh, mereka pikir mereka menginginkan Perang Dingin tetapi kami tidak tertarik, kami terus mengatakan kepada Amerika, China bukan musuh Anda, China adalah teman Anda, mitra Anda."

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan awal bulan ini bahwa Amerika Serikat ingin membangun koalisi global untuk melawan China ketika ia menuduh Beijing mengeksploitasi pandemi coronavirus untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri.

Ditanya apakah hubungan dengan Amerika Serikat memburuk tanpa perbaikan, Liu berkata: "Saya tidak berpikir kita telah melewati titik tidak bisa kembali."

Setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjatuhkan larangan terhadap keikutsertaan Huawei dalam jaringan 5G, Liu dengan terus terang memperingatkan bahwa Inggris tidak akan memiliki masa depan jika berusaha memisahkan diri dari Tiongkok.

“Sulit membayangkan 'Global Britania' yang mem-bypass atau mengecualikan China, memisahkan dari China berarti memisahkan diri dari peluang, memisahkan dari pertumbuhan dan memisahkan dari masa depan,” kata Liu.

Dia mengatakan London telah meracuni hubungan dengan campur tangan di bekas koloninya di Hong Kong dan memperingatkan bahwa Inggris akan "membayar harga" jika ingin memperlakukan China sebagai negara yang bermusuhan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini