Buntut Kasus Pembacokan, Sejumlah Rumah dan Kendaraan Dibakar

Edy Irawan, iNews · Sabtu 01 Agustus 2020 23:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 340 2255517 buntut-kasus-pembacokan-sejumlah-rumah-dan-kendaraan-dibakar-6HGauzO3ye.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BIMA - Bentrok antar kampung kembali terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bentrokan kali ini terjadi di Wilayah Kecamatan Monta antara Desa Waro dan Desa Tangga Baru, Kabupaten Bima, Sabtu (1/8/2020).

Sekelompok warga Desa Waro yang secara tiba-tiba menyerang warga Desa Tangga Baru, sontak membuat kepanikan. Beberapa warga yang melihat, langsung kabur menghindar lantaran kelompok tersebut mempersenjatai diri dengan menggunakan senjata tajam dan diduga pula membawa senjata api rakitan.

Alhasil, warga Desa Waro pun akhirnya berhasil membakar 3 bangunan milik warga Desa Tangga Baru, yang diantaranya 2 unit rumah dan 1 bangunan penggilingan padi yang berada diujung desa.

"Sekelompok warga yang melakukan penyerangan tersebut mengunakan ninja atau penutup wajah. Sehingga saya pun tidak mengenal diantaranya. Tak hanya 3 bangunan yang berhasil dibakar, namun ada juga 1 unit sepeda motor dan 1 unit hand traktor yang ikut ludes," kata saksi mata yang meminta namanya dirahasiakan.

 Kebakarab

Usai berhasil membakar tanpa ada perlawanan dari Desa Tangga Baru, sekelompok warga Desa Waro tersebut langsung pulang menuju desanya. Sementara warga Desa Tangga Baru yang melihat kejadian itu, tak berkutik setelah kedatangan sekelompok Warga Waro dengan mempersenjatai diri yang lengkap.

"Beruntung aksi penyerangan ini tidak ada korban jiwa, sejumlah aparat polisi yang diterjunkan ke lokasi langsung menghalau sekelompok warga Desa Waro untuk kembali ke rumah masing masing setelah berhasil membakar tersebut," tutur warga yang masih namanya tidak diberitakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelum aksi penyerangan terjadi, warga Desa Waro yang di dominasi oleh kaum perempuan melakukan pemblokiran jalan di tiga titik di Desa Waro dengan cara menebang pohon, serta menggunakan kayu dan batu.

Akibat pemblokiran itu, personil Polres Bima yang di pimpin langsung oleh Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo, sempat kesulitan dan terhalang menuju Desa Tangga Baru.

Pasca kejadian penyerangan, kini 1 peleton Brimob Kompi 1 Bataliyon C Pelopor, 2 peleton Dalmas dan 2 regu Patmor Polres Bima, telah disiagakan di dua desa dan sejumlah titik yang memungkinkan kedua kubu saling serang.

Sementara itu, penyerangan yang terjadi pada Sabtu siang ini, merupakan aksi balas dendam setelah sebelumnya ada kasus pembacokan hingga tewas yang dilakukan oleh sekelompok warga Desa Tangga Baru terhadap seorang warga Desa Waro, pada Kamis 30 Juli 2020 lalu.

Lantaran baru satu orang yang berhasil ditangkap, maka pihak keluarga berikut warga Desa Waro meminta agar polisi segera mengungkap serta menangkap semua para pelaku.

Kapolres Bima, AKBP Gunawan Tri Hatmoyo mengimbau agar masyarakat tidak bermain hakim sendiri yang menimbulkan adanya korban jiwa. Untuk itu, ia meminta kedua kubu menyerahkan dan mempercayai sepenuhnya pada pihak Kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Kepolisian sudah menangkap satu pelaku pembacokan hingga tewas. Dan rentetan kejadian itu, terjadi penyerangan yang menyebabkan adanya rumah yang dibakar," ungkap Kapolres Bima dengan singkat.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini