Cerita Gadis Belia Melawan Dingin untuk Sholat Idul Adha

Taufik Budi, Okezone · Sabtu 01 Agustus 2020 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 512 2255378 cerita-gadis-belia-melawan-dingin-untuk-sholat-idul-adha-1C6jDrPcGJ.jpg Nurul Azizah (kanan). Foto: Taufik Budi

SEMARANG – Salat Idul Adha sebenarnya bukan pengalaman pertama bagi gadis belia bernama Nurul Azizah (13). Namun begitu, tetap saja ada yang berbeda pada masa pandemi Covid-19 ini baginya.

Berbeda dari hari biasanya, gadis berperawakan tinggi kurus ini sudah bangun ketika mendengar kumandang azan Subuh. Bergegas dia menuju saklar pompa air untuk berwudhu di kamar mandi.

Dia mengingat bahwa pagi ini mesti berangkat ke Masjid Darussalam Pudakpayung Kota Semarang, untuk mengikuti Salat Idul Adha. Ibunya berhalangan ke masjid sehingga mau tak mau mesti mengumpulkan keberanian berjalan sendiri, sekira beberapa menit waktu tempuhnya.

Nurul pun berangkat, hawa dingin pagi menjadi tantangan tersendiri baginya, terlebih beberapa hari terakhir suhu berkisar 19 derajat Celsius. “Sangat dingin hawanya,” ucapnya, Jumat 31 Juli 2020.

Meski begitu hawa dingin itu tak menyurutkan langkahnya ke masjid. Ia lawan dan ia taklukkan demi bisa Sholat Idul Adha. “Sangat dingin hawanya,” ucapnya, Jumat 31 Juli 2020.

Baca Juga:  Hari Raya Idul Adha Masih Banyak Warga Manfaatkan Mudik 

Sementara ketika berjalan menuju masjid, Nurul melihat sudah banyak jamaah yang berdatangan untuk sholat Idul Adha. Sebagian sudah menggelar tikar di jalanan, dan emuanya mengenakan masker.

Itu makanya Nurul hanya bisa mengenali beberapa tetangga dari sorot mata, karena wajah mereka rapat tertutup.

“Tadi datang langsung diperiksa suhu tubuh. Lolos pemeriksaan, mungkin hanya 35 derajat Celsius, mungkin karena hawa dingin. Biasanya kan suhu normal 36,5 derajat Celsius. Tapi ya udahlah. Emang beda Idul Adha kali ini,” ungkapnya lagi.

Baca Juga:  Sapi Mengamuk dan Rusak Kerangka Besi saat Hendak Disembelih

Terdapat ratusan jamaah yang mengikuti Salat Idul Adha 1441 H tersebut. Penerapan jaga jarak guna mencegah penularan virus corona (Covid-19) mengakibatkan ruang dalam masjid tak diisi penuh.

Demikian pula serambi, meski terlihat penuh namun terdapat banyak ruang di sela-sela jamaah.

Akibatnya, banyak jemaah yang tak tertampung hingga duduk rapi di di jalan beralaskan tikar. Penerapan protokol kesehatan tetap dijalankan, jaga jarak dan mengenakan masker menjadi hal wajib dilakukan.

Pantauan Okezone, mereka khusyuk mengikuti khotbah dan sholat yang dipimpin kiai setempat bernama Solihin. Ada pula jamaah yang mengabadikan peristiwa itu dengan ponsel. Tak ada lalu lalang kendaraan karena jalan ditutup. Petugas keamanan disiagakan di ujung jalan sembari menjaga parkiran.

“Semoga penyembelihan hewan kurban ini menghilangkan sifat kebinatangan kita. Kita memperoleh keridhoan Allah, lingkungan kita dilindungi Allah. Diselamatkan dari segala macam penyakit dan wabah,” tutur Kiai Solihin dari pengeras suara.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini