Pelayat Terus Berdatangan ke Makam Gus Im hingga Dini Hari

Agregasi Sindonews.com, · Sabtu 01 Agustus 2020 23:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 519 2255544 pelayat-terus-berdatangan-ke-makam-gus-im-hingga-dini-hari-m5LRl43pqe.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JOMBANG - KH Hasyim Wahid atau akrab disapa Gus Im meninggal dunia menjelang subuh, di Rumah Sakit Mayapada Jakarta, Sabtu (1/8/2020).

Almarhum Gus Im, merupakan adik bungsu almarhum KH Abdurrahman Wahid, atau akrab disapa Gus Dur. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan darat, jenazah salah satu tokoh NU yang sosoknya menyimpan banyak "misteri" ini, akhirnya dimakamkan di kompleks pemakaman Ponpes Mamba'ul Ma'arif Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Sabtu (1/8/2020) malam.

 Baca juga: Duka Cita Khofifah atas Meninggalnya Adik Gus Dur, Hasyim Wahid 

Pelayat terus membanjiri Ponpes Mamba'ul Ma'arif, untuk memberikan penghormatan terakhir untuk almarhum Gus Im. Selain keluarga besar NU, pemakaman almarhum Gus Im, juga banyak dihadiri oleh para tokoh mantan aktivis mahasiswa yang pernah bersama-sama berjuang menentang kediktaktoran dimasa orde baru.

"Kami datang untuk memberikan penghormatan terakhir untuk Gus Im. Beliau orang yang sangat baik. Banyak kawan-kawan yang datang dari Malang, Surabaya, Sidoarjo, dan Banyuwangi, untuk memberikan penghormatan terakhir," ujar Iman Suwongso, salah satu pelayat dari Pandanlandung, Kabupaten Malang.

 Baca juga: Hasyim Wahid Adik Kandung Gus Dur Meninggal Dunia, Warga Nahdliyin Diminta Sholat Gaib

Lantunan doa terus berkumandang mengiringi kepergian sang tokoh yang selalu berjuang dalam "senyap". Para pelayat pun terpaksa harus rela bergantian untuk memasuki area pemakaman, karena adanya pembatasan akibat pandemi COVID-19.

"Almarhum dimakamkan di (pesantren) Denanyar Jombang," kata Ahmad Athoillah (Gus Aik), kerabat Ponpes Denanyar.

Tempat pemakaman Gus Im berbeda dengan keluarganya yang dimakamkan di lingkungan Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang. Mulai dari kakeknya, KH Hasyim Asy'ari, ayahnya KH Wahid Hasyim, ibunya Solichah Wahid, serta dua kakaknya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, semua dimakamkan di Tebuireng.

Sementara Gus Im, dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga KH Bisri Syansuri. Yakni tokoh pendiri NU sekaligus pendiri Ponpes Mamba'ul Ma'arif. KH Bisri Syansuri merupakan kakek Gus Im dari garis ibunya.

Sebelum diberangkatkan menuju Ponpes Denanyar lewat jalur darat menggunakan mobil jenazah. Sekitar pukul 11.00 WIB jenazah almarhum Gus Im sempat disalatkan di Masjid Jami Al Munawaroh Ciganjur, Jakarta Selatan.

Gus Im merupakan salah satu tokoh penggerak NU. Pernah menjadi salah satu ketua PBNU dan saat ini sebagai Mustasyar PBNU. Selain di NU, adik Gus Dur dan Gus Sholah ini pernah menjabat sebagai anggota Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Putra pendiri NU KH. Hasyim Wahid itu juga pernah menjadi salah satu pengurus dari PDIP dan anggota Yayasan Keluarga Pembina Kesatuan (YKPK).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini