86 Orang di India Tewas Akibat Tenggak Hand Sanitizer dan Alkohol Oplosan

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 02 Agustus 2020 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 18 2255614 86-orang-di-india-tewas-akibat-tenggak-hand-sanitizer-dan-alkohol-oplosan-RRm2QksUa2.jpg Ilustrasi.

HYDERABAD - Setidaknya 86 orang telah tewas akibat mengonsumsi alkohol buatan ilegal di Negara Bagian Punjab, India dalam beberapa hari terakhir. Hal itu diungkapkan pejabat pemerintah setempat.

Pada Sabtu (1/8/2020), polisi melakukan lebih dari 100 penggerebekan, menyita pasokan minuman keras yang diduga dan membuat 25 penangkapan.

Kasus ini mengikuti laporan pada Jumat (31/7/2020) tentang kematian 10 orang di Negara Bagian Andhra Pradesh. Para korban, yang dikatakan memiliki kecanduan alkohol, tewas setelah minum pembersih tangan (hand sanitizer).

BACA JUGA: Kehabisan Bir, Banyak Warga Meksiko Tewas karena Konsumsi Alkohol Oplosan

Namun, jumlah orang tewas akibat alkohol ilegal terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kepala Menteri Punjab, Amarinder Singh memerintahkan penyelidikan terhadap kematian-kematian tersebut.

Kematian akibat alkohol ilegal, yang jauh lebih murah daripada minuman keras bermerek, adalah kejadian yang umum di beberapa bagian pedesaan India. Ratusan orang di negara Asia Selatan itu meninggal setiap tahunnya setelah minum alkohol bajakan dari penyulingan ilegal.

BACA JUGA: 31 Orang Tewas Akibat Pesta Miras Oplosan di Pakistan

Laporan menunjukkan minuman keras ilegal mungkin telah diproduksi dalam jumlah besar, dijual kepada pemilik kafe pinggir jalan dan kemudian didistribusikan ke masyarakat setempat.

Para pemalsu dan produsen minuman keras ilegal sering menambahkan metanol, suatu bentuk alkohol yang sangat beracun kadang-kadang digunakan sebagai anti-beku, ke dalam campuran minuman buatan mereka untuk meningkatkan kekuatannya.

Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil, metanol dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan hati, dan kematian.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini