Cerita Kiai Penyintas Covid-19, Sembuh Berkat Konsumsi Sari Tebu dan Air Zamzam

Taufik Budi, Okezone · Selasa 04 Agustus 2020 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 512 2256510 cerita-kiai-penyintas-covid-19-sembuh-berkat-konsumsi-sari-tebu-dan-air-zamzam-q13sULcKkh.jpg KH Muhyiddin bercerita masa-masa dia terjangkit Covid-19 (Foto: Taufik Budi)

SEMARANG - Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum ditemukan vaksinnya. Namun, ada cerita di balik pasien sembuh dari virus yang kali pertama muncul dari Wuhan, China tersebut.

KH Muhyiddin, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah pernah divonis terjangkit Covid-19. Dia menjalani karantina, sampai sembuh. "Setelah tes dan dinyatakan positif (Covid-19), saya langsung menjalani karantina," ujar Muhyiddin saat ditemui di kantornya, Senin (3/8/2020).

Selama dikarantina, rasa cemas selalu menghampiri. Apalagi, berita yang bermunculan bahwa Covid-19 telah banyak kalangan tanpa pandang bulu.

"Memang virus Corona ini tidak pandang bulu. Dari berita semua orang bisa kena dari yang miskin, yang kaya, orang besar dan kecil, serta dokter pun bisa kena. Ini yang membuat saya semakin cemas," tuturnya.

Tidak banyak yang dilakukan, namun dia terus berupaya demi kesembuhan. Komunikasi dengan keluarga hanya bisa dilakukan lewat media sosial.

Dia pun mengonsumsi sari tebu produk olahan petani tebu di Kudus. Selain itu, dia diberi makanan, buah-buahan, sampai air zamzam oleh petugas karantina.

"Kalau saya mantapnya usaha karena minum sari tebu dari Kudus. Itu karena resep dari adik saya. Selain itu air zamzam. Tubuh saya terasa segar. Sari tebu saya minum tiga kali sehari, kalau air zamzam dua kali," tuturnya.

Dia menjalani karantina hanya selama delapan hari, setelah dilakukan tes ulang sudah dinyatakan negatif. "Hanya delapan hari saya dikarantina. Setelah dites sudah negatif," imbuhnya.

Dia sendiri tidak tahu persis awal penularan Covid-19 yang menghinggapinya. Dugaannya, karena sempat menerima banyak tamu untuk audiensi di ruangannya yang relatif terbatas. Selain itu, dia suka berbelanja di minimarket.

"Saya tidak tahu tertukar dari mana. Tapi pernah ada audiensi di ruang ini yang ternyata diikuti banyak orang. Tapi saya juga suka belanja di minimarket, mungkin bisa lewat uang kembalian," ungkapnya.

Dari pengalaman itu, dia berpesan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. "Saya sudah mematuhi protokol kesehatan, tapi setelah kena saya nambah ketat lagi," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini