Pria China Dinyatakan Tak Bersalah Setelah 27 Tahun Dipenjara

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 06 Agustus 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 18 2257907 pria-china-dinyatakan-tak-bersalah-atas-pembunuhan-setelah-27-tahun-dipenjara-ypwYVhHhJp.jpg Ilustrasi.

SEORANG pria di China timur telah dinyatakan tak bersalah dari tuduhan pembunuhan dan dibebaskan setelah menghabiskan 27 tahun di penjara.

Zhang Yuhuan bersikukuh bahwa dia disiksa oleh polisi dan dipaksa untuk mengakui pembunuhan dua anak laki-laki pada 1993. Zhang adalah narapidana terlama, yang secara salah dihukum, menghabiskan 9.778 hari di penjara di Provinsi Jiangxi.

Jaksa yang membuka kembali kasus tersebut mengatakan pengakuannya tidak konsisten dan tidak sesuai dengan kejahatan aslinya.

Zhang dibebaskan setelah pengadilan tinggi menemukan tidak ada cukup bukti untuk membenarkan dakwaannya.

BACA JUGA: Pembunuh Polisi Bebas Setelah 48 Tahun Dipenjara

Mantan istrinya, Song Xiaonyu, memiliki dua putra dengan Zhang sebelum mereka bercerai 11 tahun lalu. Dia menikah lagi tetapi terus membantu mantan suaminya dengan permohonan bandingnya.

"Saya sangat senang ketika mendengar pengumuman pengadilan," kata Song sebagaimana dilansir BBC.

Zhang bertemu kembali dengan ibunya, yang berusia 83 tahun, dan mantan istrinya dalam sebuah reuni emosional setelah pembebasannya pada Selasa (4/8/2020).

Zhang diberitahu oleh pengadilan bahwa ia berhak mendapatkan kompensasi atas tuduhan bersalah yang menyebabkannya menghabiskan hampir tiga dekade di penjara.

"Saya akan menegosiasikan jumlah kompensasi yang tepat dengan klien saya," kata pengacara Zhang, Wang Fei, kepada China Daily. "Kami juga berencana untuk meminta mereka yang melakukan kesalahan yudisial dalam kasus ini agar bertanggung jawab."

BACA JUGA: Wanita Ini Bebas Setelah Dipenjara 22 Tahun karena Pembunuhan yang Tak Ia Lakukan

Para pengamat mengatakan China telah lebih terbuka untuk membatalkan hukuman yang salah, tetapi hanya bagi tuntutan kriminal bukan politik.

Cobaan berat Zhang dimulai pada Oktober 1993 ketika mayat dua anak laki-laki ditemukan di waduk desa di Jinxian, salah satu kabupaten di Nanchang, Ibu kota Provinsi Jiangxi. Zhang adalah tetangga para korban dan diidentifikasi sebagai tersangka dan ditahan.

Pada Januari 1995, pengadilan di Nanchang memutuskan dia bersalah dan menjatuhkan hukuman mati, tetapi hukuman itu diubah menjadi penjara seumur hidup setelah dia menjalani hukuman dua tahun.

Zhang mengatakan dia disiksa oleh polisi selama interogasi dan terus mempertahankan pernyataannya bahwa dia tidak bersalah.

Meskipun demikian, pengajuan bandingnya tidak berhasil. Kemudian, pada Maret 2019 pengadilan tinggi setuju untuk menyidangkan kembali kasus tersebut dan pada Juli jaksa provinsi merekomendasikan Zhang dibebaskan berdasarkan bukti yang tidak cukup.

"Setelah kami meninjau materi, kami menemukan tidak ada bukti langsung yang dapat membuktikan keyakinan Zhang. Jadi kami menerima saran jaksa dan menyatakan Zhang tidak bersalah," kata Hakim Pengadilan Tinggi Tian Ganlin dalam sebuah pernyataan.

Pembunuh kedua anak laki-laki pada 1993 itu masih belum diketahui.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini