Tagih Hasil Tes Swab Corona, Keluarga Pasien Mengamuk di Rumah Sakit Jember

Bambang Sugiarto, iNews · Kamis 06 Agustus 2020 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 519 2258217 tagih-hasil-tes-swab-corona-keluarga-pasien-mengamuk-di-rumah-sakit-jember-iIJWnA5nfz.jpg Keluarga pasien mengamuk tagih hasil tes swab corona di sebuah rumah sakit di Jember, Jawa Timur (Foto: iNews)

JEMBER - Keluarga pasien rumah sakit swasta di Jember, Jawa Timur mengamuk saat meminta hasil swab orangtuanya yang meninggal dunia usai mendapat perawatan medis di rumah sakit tersebut dengan gejala sesak nafas.

Karena tidak ada penjelasan konkret, kapan hasil swab bisa diterima, keluarga pasien langsung mengamuk dengan mendorong petugas satpam dan meminta ketegasan dari paramedis rumah sakit. Sebab, pihak rumah sakit telah berjanji akan memberikan hasil swab.

Semula keluarga Ahmad Said, warga Jalan Gajah Mada Jember ini mendatangi rumah sakit swasta di Jember dengan baik-baik, Kamis (6/8/2020). Ia kemudian diantar petugas satpam rumah sakit guna berbicara dengan tim medis.

Baca Juga:  Tembus 597 Kasus Covid-19, Ini Penjelasan Pemprov DKI 

Kedatangan Ahmad Said bersama keluarganya hanya menanyakan hasil swab dari almarhum ayahnya yang bernama Rosidi (61), yang meninggal empat hari lalu.

Sebelum meninggal, ayah Ahmad Said mendapat perawatan medis di rumah sakit swasta tersebut. Namun, ajal menjemput ayah Ahmad Said, hingga akhirnya almarhum dimakamkan dengan cara protokol Covid-19.

Ahmad Said merelakan ayahnya meninggal dan dimakamkan secara protokol Covid, dengan demikian Ahmad Said juga mengaku menanggung beban berat kepada masyarakat dan tetangganya karena para tetangga kerap menjauhi lantaran dianggap almarhum telah positif Covid.

Padahal, hasil swab belum keluar meski almarhum telah dimakamkan. Setelah empat hari pemakaman ayahnya, Ahmad Said kemudian mencoba menanyakan baik-baik kepada pihak medis rumah sakit terkait hasil swab ayahnya.

Baca Juga:  Ada 188 Kandidat Vaksin Covid-19 di Dunia, Belum Satu pun Lolos Uji Klinis

Namun, justru mendapat jawaban dari pihak medis jika hasil swab belum keluar dengan alasan masih mengantre dan menunggu giliran. Karena tidak mendapat jawaban memuaskan hingga akhirnya keluarga Ahmad Said mengamuk.

Beruntung pihak satpam dan keluarga pasien lain dapat menghentikan dan mereka kemudian membubarkan diri.

Sementara Dokter Maria Ulfa, staf medis rumah sakit mengaku pasien tersebut masuk dengan keluhan sesak nafas dan dari hasil radiologi menunjukkan pneumonial biilateral. Sehingga pasien dimasukkan kriteria suspek Covid-19.

Hingga akhrinya dilakukan pemeriksaan lanjut yakni, swab. Namun, belum juga hasil swab turun, pasien tersebut meninggal dunia.

Hasil swab baru bisa dilihat minimal empat hari dan bisa jadi hingga 20 hari, karena selain pihak rumah sakit tidak memiliki alat swab dan harus dilakukan swab luar. Antrean untuk uji lab dari swab pasien sangat banyak dan membutuhkan waktu hingga berhari-hari untuk mengetahui hasilnya.

Pihak rumah sakit pasti akan diberitahu oleh petugas lab jika hasil swab turun. Dan setelah turun kewajiban petugas medis melaporkan kepada keluarganya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini