Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning Corona

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 07 Agustus 2020 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 65 2258775 pemerintah-izinkan-sekolah-tatap-muka-di-zona-kuning-corona-nKQM8vrI98.jpg Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Ist)

JAKARTA – Pemerintah membolehkan sekolah menggelar kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka di zona kuning virus corona (Covid-19). Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada 163 daerah di zona kuning yang sudah boleh membuka sekolah dengan protokol kesehatan ketat.

Kepala Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, berdasarkan data per 2 Agustus, ada 163 daerah yang ditetapkan berstatus zona kuning. Dia menyatakan, 163 daerah ini yang nantinya bisa menggelar kegiatan belajar secara tatap muka.

Meski pemerintah pusat membolehkan, Doni menjelaskan, pola pembukaan sekolahnya hampir sama dengan di zona hijau.

''Keputusan untuk memulai sekolah tatap muka dikembalikan kepada daerah. Bupati, wali kota, dan gubernur karena para pejabat itu yang paling tahu situasi di daerah masing-masing,'' katanya pada taklimat media Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, secara virtual, di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Doni yang juga Kepala BNPB, mengatakan, setelah memasuki bulan kelima masa pandemi Covid-19 terlihat bahwa tidak semua wilayah secara nasional memiliki risiko yang sama. Kata dia, ada kabupaten kota yang risikonya tinggi, ada yang sedang, rendah dan bahkan ada 35 kabupaten/kota yang sampai hari ini tidak terdampak virus korona.

''Sedangkan 51 kabupaten/kota tidak ada kasus baru, angka kematian nol dan angka sembuh telah mencapai 100 %," ujarnya.

Untuk sekolah di zona hijau, katanya, ada yang sudah memulai kegiatan belajar tatap muka. Namun berdasarkan catatan Kemendikbud, tidak semua daerah yang telah diberikan kesempatan tatap muka mau melakukannya. Hal in karena keputusan belajar tatap muka dikembalikan kepada daerah, pengelola sekolah, dan juga orang tua.

Baca Juga : Kemendikbud Bakal Berikan Bantuan Kuota Internet ke 25% Mahasiswa

Dia menyampaikan, ketika sekolah kembali dibuka maka segala risiko penyebaran harus bisa diminimalkan, yaitu dengan dengan melakukan simulasi termasuk pemenuhan alat pendukung untuk mengurangi risiko. Selain itu, sosialisasi penggunaan masker, jaga jarak, tersedianya alat cuci tangan ataupun hand sanitizer dan alat pendukung lainnya.

Baca Juga : Wacana Satgas Covid-19 Buka Sekolah di Zona Kuning, Ini Kata Mendikbud

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini