Dituding Dukung Kerusuhan, Taipan Media Hong Kong Ditahan dengan UU Keamanan Baru

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 10 Agustus 2020 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 18 2259829 dituding-dukung-kerusuhan-taipan-media-hong-kong-ditahan-dengan-uu-keamanan-baru-xWzlulIfwU.jpg Jimmy Lai. (Foto: EPA)

HONG KONG - Taipan bisnis Hong Kong Jimmy Lai telah ditangkap dan kantor surat kabarnya digerebek oleh polisi atas tuduhan kolusi dengan pasukan asing. Kasus ini merupakan penangkapan tokoh paling terkenal di bawah undang-undang Keamanan Nasional kontroversial yang diberlakukan China pada Juni.

Diwartakan BBC, Lai yang berusia 71 tahun adalah pemilik media Apple Daily yang menjadi suara pro-demokrasi terkemuka dan pendukung protes besar tahun lalu.

Dia juga menjadi aktivis melawan cengkeraman Beijing yang semakin ketat di Hong Kong. Pada 2019 dia mendukung protes reformasi dan berpartisipasi dalam demonstrasi.

Pada Februari, pria yang juga memiliki kewarganegaraan Inggris itu didakwa dengan pertemuan ilegal dan intimidasi.

BACA JUGA: UU Keamanan Nasional Disahkan, Aktivis Pro-Demokrasi: Ini Tandai Akhir dari Hong Kong

Pengusaha yang memiliki kekayaan lebih dari USD1 miliar itu dibebaskan dengan jaminan polisi.

Media pemerintah China, Global Times pada Senin (10/8/20202) menggambarkan Lai sebagai "pendukung kerusuhan" dan publikasinya telah "memicu kebencian, menyebarkan desas-desus dan mencoreng otoritas Hong Kong dan China daratan selama bertahun-tahun".

Global Times juga melaporkan bahwa dua putranya serta dua eksekutif senior Next Digital juga telah ditangkap.

BACA JUGA: Pemimpin Hong Kong: UU Keamanan Nasional Tak Ancam Prinsip "Satu Negara Dua Sistem"

Puluhan polisi juga terlihat memasuki gedung surat kabar Apple Daily, menggeledah kantor. Surat kabar itu sering mengkritik kepemimpinan Hong Kong dan China daratan.

Dalam posting Facebook, polisi Hong Kong mengonfirmasi bahwa tujuh pria berusia 39-72 telah ditangkap karena "dicurigai berkolusi dengan pasukan asing" dan pelanggaran lainnya, tetapi tidak menyebut nama Lai.

Sejak undang-undang keamanan kontroversial Hong Kong diberlakukan pada 30 Juni, pihak keamanan di kota itu telah melakukan dua gelombang penangkapan.

Yang pertama melihat beberapa pengunjuk rasa ditangkap pada 1 Juli, saat mereka menggelar demonstrasi. Pada 30 Juli, empat mahasiswa dan mantan aktivis pro-kemerdekaan ditangkap berdasarkan hukum.

Aktivis lainnya, seperti pemimpin protes terkenal Nathan Law, meninggalkan kota sebelum undang-undang keamanan diberlakukan.

Law saat ini berada di Inggris tetapi laporan media menunjukkan bahwa pihak berwenang China sedang mengupayakan penangkapan dia dan aktivis lainnya di pengasingan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini