23 Warga Sekolah Positif Covid-19, KBM Tatap Muka di Pontianak Ditunda

Ade Putra, Okezone · Senin 10 Agustus 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 340 2259823 23-warga-sekolah-positif-covid-19-kbm-tatap-muka-di-pontianak-ditunda-lLFqd1wgDw.jpg Foto: Shutterstock

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunda kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Hal ini dikarenakan ada 23 warga sekolah yang terkonfirmasi atau positif Covid-19.

"Jadi, jumlah guru yang positif Covid-19 ada delapan orang, satu orang pendamping lab di SMA, untuk siswa ada 14 orang yang positif Covid-19," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson Mkes, Senin (10/8/2020).

Ia menerangkan, pelajar dan guru serta pendambing lab (warga sekolah) yang terkonfirmasi Covid-19 ini dominan berasal dari luar Kota Pontianak. Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 ini setelah hasil laboratorium uji swabs-nya keluar.

"Jadi, untuk mempersiapkan proses belajar mengajar tatap muka, Dinkes Kalbar dan dibantu dinkes kabupaten/kota melakukan swabs dan rapid test terhadap guru dan pelajar di Kalimantan Barat," jelasnya.

Harisson merinci, ada 604 sample swabs dari guru dan petugas sekolah lainnya yang dimasukkan ke laboratorium RS Untan Pontianak. "Hasilnya, ada delapan guru yang positif Covid-19. Serta 1 orang pendamping laboratorium di SMA. Jadi, persentasenye 1,5 persen," jelas Harisson.

Sedangkan untuk murid, ada 495 sampel swabs yang diperiksa di RS Untan. "14 murid diantaranya, dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Persentasenya, 2,8 persen dari murid," terangnya.

Lanjut Harisson menerangkan, pihaknya akan melakukan kontak tracing kepada keluarga dan orang terdekat para pasien ini. "Kita akan ambil swabs-nya dan diperiksakan di RS Untan," tuturnya.

Harisson menegaskan, para pasien ini tertular dari transmisi lokal atau masyarakat sekitar. "Masyarakat kan sekarang sudah melakukan aktivitas seperti biasa. Tapi terkadang tidak menerapkan protokol kesehatan. Ini yang meningkatkan risiko untuk tertular," terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji akan membuat kebijakan belajar tatap muka yang mulai 1 Agustus 2020. Sebelum proses belajar mengajar dimulai terlebih dahulu pelajar dan guru menjalani swab test.

"Kita swab seluruh guru, jika hasilnya di bawah 3 persen sekolah tetap dilanjutkan. Jika ada yang positif, sekolah dan belajar kita tutup dulu sementara," tuturnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini