Fakta Terbaru Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Kendaraan Angkutan Diduga Ilegal

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 11 Agustus 2020 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 525 2260569 fakta-terbaru-kecelakaan-maut-di-tol-cipali-kendaraan-angkutan-diduga-ilegal-cCEo3F4q1a.JPG

CIREBON - Pihak kepolisian kini telah menaikan kasus kecelakaan maut di Jalan Tol Cipali KM 184, Cirebon, Jawa Barat, dari tahap penyelidikan ke proses penyidikan. Hal itu dilakukan guna mencari tahu fakta-fakta baru terkait kasus tersebut.

"Kasus ini sudah dinaikan dari tahap penyelidikan ke proses penyelidikan. Saat ini kita sudah membagi tiga tim pertama kota koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, untuk mengecek kendaraan Elf yang mengalami kecelakaan," kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi, kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).

Dijelaskan Syahduddi, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan maut itu.

Salah satunya, berdasarkan keterangan dari korban, diduga sopir kendaraan Micro Bus Elf bernomor polisi (nopol) D7013AN, mengemudikan kendaraanya dengan kecepatan yang cukup tinggi, ketika melintas di Jalan Tol Cipali.

Selain itu, lanjut dia, ada dugaan kalau kendaraan Micro Bus Elf yang terlibat kecelakaan maut itu sudah menyalahi aturan.

"Ada beberapa dugaan terkait penemuan tim di lapangan seperti kendaraan micro Bus elf ini pada kenyataannya mengangkut penumpang. Namun masih berpelat hitam. ada dugaan pelanggaran trayek disitu yang harus kita tindak lanjuti," jelas Syahduddi.

Masih kata dia, karena ditemukan fakta bahwa kendaraan Micro Bus Elf itu berplat hitam, maka pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk melakukan kroscek apakah pemiliki Micro Bus Elf itu memiliki izin trayek angkutan umum atau tidak.

Ia menilai, bila kendaraan Micro Bus Elf itu angkutan umum, maka seharusnya kendaraan tersebut menggunakan plat berwarna kuning.

"Dan kita kroscek dengan pengusahanya serta pihak terkait yang menyelenggarakan perizinan. Patut diduga mengarah kesana (travel bodong) tapi akan kita pastikan lagi, karena fakta di lapangan seperti itu," ucap dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini