Polisi Bongkar Prostitusi Online yang Libatkan Anak di Bawah Umur

Agregasi Sindonews.com, · Kamis 13 Agustus 2020 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 340 2261293 polisi-bongkar-prostitusi-online-yang-libatkan-anak-di-bawah-umur-rTvgwfOqYN.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

PONTIANAK – Praktek prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Pontianak, kembali dibongkar tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar bersama Sat Reskrim Polresta Pontianak Kota. Petugas berhasil mengamankan 20 orang dimana 5 diantaranya merupakan anak di bawah umur.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, Kombes Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, ia membentuk tim untuk menindaklanjuti pengungkapan kasus prostitusi yang sempat diungkap oleh Polresta Pontianak Kota beberapa pekan lalu.

“Dari pengungkapan sebelumnya yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polresta Pontianak, kita membentuk tim untuk melakukan pemetaan, penyelidikan terhadap praktek prostitusi online,” kata Luthfie kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

 PSK

Lutfhie melanjutkan, dalam dua hari tim gabungan berhasil membongkar praktek prostitusi dimana mengamankan 20 orang yang terdiri dari 10 wanita dan 10 pria. Ia juga menyebutkan dari hasil pengungkapan tersebut, 1 orang didapati mengkonsumsi narkoba dan 1 orang lainnya didapati membawa senjata tajam.

“Sebanyak 20 orang berhasil petugas amankan 10 pria, dan 10 wanita. 5 diantara wanita yang diamankan terdapat anak yang masih di bawah umur,” ungkapnya.

Ia membeberkan modus dan metode yang digunakan para pelaku dalam melakukan prakteknya.

“Dalam kegiatan penyelidikan didapatkan metode yang digunakan oleh para pelaku yaitu dengan menggunakan aplikasi online yaitu aplikasi MiChat. Disana mereka menawarkan dan memasang tarif untuk berkencan,” jelas Luthfie.

“Jadi mereka ini menetap dibeberapa penginapan dan hotel di Kota Pontianak, berkumpul dan melakukan transaksi,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas, motif yang mendasari para pelaku termasuk anak yang berada di bawah umur melalukan prostitusi ini adalah untuk memenuhi gaya hidup.

Melihat fenomena ini, Polda Kalbar juga memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya orang tua.

“Agar orang tua senantiasa melakukan bimbingan, pendekatan dan pengawasan terhadap anak-anaknya sebagai tindakan pencegahan terjadinya prostitusi anak, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku, khususnya dalam beraktifitas dalam media sosial,” imbaunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini