15 Nakes di Cirebon Terpapar Virus Corona Meski Memakai APD, Mengapa?

Fathnur Rohman, Okezone · Rabu 12 Agustus 2020 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 525 2261221 15-nakes-di-cirebon-terpapar-virus-corona-meski-memakai-apd-mengapa-gDSjfjoXuR.jpg Kadinkes Cirebon, Enny Suhaeni (Foto: Okezone/Fathnur)

CIREBON - Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mencatat, jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif terpapar virus corona (Covid-19) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, hingga Rabu (12/8/2020) menyentuh angka 106 kasus.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, dari 106 kasus itu, ada penambahan enam kasus baru. Dari data tersebut, tiga orang tenaga kesehatan (nakes) di salah satu rumah sakit di Cirebon, positif terinfeksi virus corona.

Enny mengatakan, salah satu dari tiga nakes tersebut, diduga tertular Covid-19 setelah melakukan kontak langsung dengan suaminya. Sedangkan, dua nakes lainnya tertular di tempat kerja.

"Ada tiga tenaga kesehatan yang positif. Dua tertular di tempat kerja. Satunya tertular dari suaminya yang sedang mengambil spesialis di luar kota. Jadi imported case," kata Enny kepada wartawan, di Universitas Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020).

Ia melanjutkan, sampai saat ini total nakes berdomisili di Kabupaten Cirebon yang dinyatakan positif Covid-19 ada sekitar 15 orang. Mereka bekerja di Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon.

"Total ada 106 kasus sampai hari ini. Tenaga kesehatan yang positif ada 15 orang. Mereka bekerja di Kabupaten dan Kota Cirebon," tambahnya.

Dia menilai, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan 15 orang nakes ini terpapar virus corona. Salah satunya, karena penerapan protokol kesehatan yang kurang.

"Saya kira APD cukup. Mungkin protokol kesehatannya. Barangkali kontak personal, soalnya mungkin ada yang sedang konsultasi itu orang tanpa gejala," ujarnya.

Masih kata Enny, dengan banyaknya lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon, pihaknya berencana akan terus melakukan tes swab massal di Kabupaten Cirebon.

Utamanya, demi mengejar target dari satu persen jumlah penduduk. Atas dasar itu, ia mengaku sudah bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati Cirebon (FK UGJ), untuk memeriksa spesimen atau sampel dari tes swab massal.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Dadang Sukandar menyebut, Laboratorium FK UGJ Cirebon sudah bisa memeriksa spesimen swab sebanyak 600 sampel perhari. Dengan kapasitas itu, ia yakin bila pemeriksaan sampel swab dapat berjalan lebih cepat.

"Kita bisa menswab ini 600. Bisa lebih banyak. Hanya 4 jam. Jadi tambahan mesin ekstra otomatis ini akan meningkatkan dan meringankan kinerja sdm kita. Kita dapat bantuan reagen, alat PCR, dan vtm juga. Bantuan ini dari Pemprov Jabar, Dinkes Jabar, Labkesda Jabar, dan BNPB," pungkas dia.

Sekedar informasi, hingga saat ini jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon mencapai 106 kasus. Dimana 58 orang masih dirawat, 42 orang dinyatakan sembuh, dan enam orang meninggal dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini