Viral Video Penganiayaan Anak, Diduga Dilakukan Ayah Kandung

Subhan Sabu, Okezone · Kamis 13 Agustus 2020 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 340 2261417 viral-video-penganiayaan-anak-diduga-dilakukan-ayah-kandung-z03StUQJ27.jpg Ilustrasi

MANADO - Warga Manado dihebohkan dengan video penganiayaan terhadap anak kecil yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Video berdurasi 30 detik itu dibagikan oleh akun Facebook @AL'vhyra Gobel. Yang bersangkutan diduga merupakan ibu dari anak yang sedang disiksa tersebut. Video tersebut kemudian menjadi viral dan ikut dibagikan oleh akun Facebook lainnya.

Sambil membagikan beberapa foto dan video penganiayaan di laman media sosialnya dia menulis "Ya ALLAH qt pe anak, dpe papa so tendang" dia blng dia mo bking siksa qt pe anak" (Ya Allah anak saya sudah ditendang-tendang papanya, dia bilang mau bikin siksa anak saya)".

Dalam video tersebut terlihat seorang anak kecil memakai kaos lengan pendek warna oranye dan bercelana pendek sedang duduk menangis menahan sakit dan menutupi kepalanya dengan tangan.

Terlihat anak malang itu mendapat beberapa kali tendangan di bagian punggung dan kakinya. Pelaku dalam video sambil menganiaya memerintah anak tersebut untuk membuka bukunya dan disuruh berdiri untuk belajar di dapur.

Baca Juga : Jokowi Berikan 22 Bintang Tanda Jasa pada Petugas Medis yang Gugur Karena Corona

Baca Juga : Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Warga Diminta Waspada

Anak kecil itu kemudian berdiri memeluk tasnya dan berjalan sambil menangis menuju dapur. "Kita mo bekeng siksa ngana pe anak kita bilang pa ngana, baru kita mo bunuh ngana pe laki berani kemari (Kita mau bikin siksa anak kamu, saya sampaikan ke kamu, kemudian kita akan bunuh suami kamu kalau berani datang kemari)," ujar pelaku penganiayaan dalam video tersebut yang diduga merupakan ayah dari korban sendiri.

Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani oleh kepolisian sektor Singkil. Namun dilihat dari beberapa komentar di sosial media, diduga sudah ada kesepakatan damai antara pelaku dan korban.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Irma Angkouw mengatakan respon cepat dari pihak Kepolisian dalam hal ini seperti yang sudah dimuat dalam postingan facebook, Polsek Singkil sudah cukup baik.

"Namun yang perlu saya dalami lagi, bagaimana proses kasus-kasus KDRT apalagi pada anak seperti ini, dilakukan dengan dikenai pasal perlindungan anak," kata Irma, Kamis (13/8/2020).

Mediasi atau musyawarah dalam kasus-kasus pada anak menurut dia tidak bisa dimaklumi. Anak-anak harus dilindungi dan perhatikan Mental korban (anak dibawah umur).

"Saya dari TRCPPAI Provinsi Sulut sudah diberi kuasa penuh oleh Ibu korban yang berada di Papua, untuk menangani kasus ini. Ya saya tetap maju, saya mau diproses. Bukti rekaman pemukulan, pengancaman sudah ada. Saya proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini