Khofifah Sebut Bansos Covid-19 Bisa Kurangi Kontraksi Ekonomi

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 14 Agustus 2020 02:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 519 2261935 khofifah-sebut-bansos-covid-19-bisa-kurangi-kontraksi-ekonomi-CQ0R9M6o5V.jpg Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)

KOTA BATU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tidak terlambat guna mengurangi adanya kontraksi ekonomi yang terjadi saat pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka acara Pembinaan Pilar-Pilar Partisipasi Sosial dalam Rangka Penguatan Program Reformasi Perlindungan Sosial Memasuki Era New Normal di Kota Batu, Kamis (13/8/2020) malam.

“Hari ini seluruh Jawa mengalami kontraksi ekonomi. Alhamdulillah meski Jawa Timur kontraksinya minus 5,9 ternyata adalah kontraksi terendah se-Jawa,” ucap mantan Menteri Sosial ini.

Oleh karena itu, Khofifah menganggap penting menjaga tingkat konsumsi rumah tangga supaya perputaran ekonomi bisa tetap berjalan. Berkaca pada data kontraksi ekonomi di Jawa Timur, tak terlalu parah lantaran masih diselamatkan pengeluaran rumah tangga yang mencapai 31,46 persen.

“Pengeluaran persentase rumah tangga ini masih tinggi, sebetulnya pengeluaran itu untuk apa, ternyata untuk makanan, minuman, dan rokok, itu ada 31,46 persen. Kalau misalnya penyaluran bantuan nontunai telat, langsung kemudian berimplikasi kontraksi ekonomi,” tuturnya.

Ia berharap bila bansos-bansos dari pemerintah kepada keluarga penerima manfaat (KPM) bisa dibelanjakan untuk hal-hal yang sifatnya kebutuhan pokok masyarakat.

Di sisi lain, Khofifah meminta para pendamping PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk menyampaikan agar bantuan-bantuan yang diberikan hanya dibelanjakan untuk kebutuhan pokok atau kebutuhan paket data anak-anak guna bersekolah.

Baca Juga : Satgas Ungkap Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Berbagai Daerah Cenderung Menurun

“Saya minta tolong mungkin menjelaskan kepada KPM harus kompeherensif, hari ini beli paket data kadang enggak ada duitnya, jelaskan hari-hari ini bapak-bapak apakah mengikhlaskan untuk mengurangi atau menghentikan rokoknya, demi paket data putra putrinya yang sekolah,” katanya.

Baca Juga : Sepekan Terakhir, Positivity Rate Covid-19 di DKI Meningkat Jadi 8,7%

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini