Diselidiki Terkait Korupsi, Mantan Raja Spanyol Dikonfirmasi Berada di UEA

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 18 Agustus 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 18 2264045 diselidiki-terkait-korupsi-mantan-raja-spanyol-dikonfirmasi-berada-di-uea-U9J3B69CMi.jpg Mantan Raja Spanyol Juan Carlos. (Foto: Getty Images)

MADRID – Istana Kerajaan Spanyol mengonfirmasi bahwa mantan Raja Juan Carlos telah tinggal di Uni Emirat Arab (UEA) sejak 3 Agustus. Pernyataan itu mengakhiri spekulasi tentang keberadaan ayah Raja Felipe VI itu setelah dia meninggalkan Spanyol karena diselidiki terkait kasus korupsi.

Pada 3 Agustus, Juan Carlos membuat pengumuman mengejutkan bahwa dia akan meninggalkan Spanyol di tengah penyelidikan korupsi. Seorang juru bicara mengatakan bahwa pria 82 tahun itu melakukan perjalanan ke UEA pada hari yang sama "dan dia tetap di sana", namun tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Keuangan Juan Carlos sedang diawasi dalam penyelidikan korupsi besar-besaran.

BACA JUGA: Diselidiki Terkait Korupsi, Mantan Raja Juan Carlos Tinggalkan Spanyol

Diwartakan BBC, pada Juni tahun ini, Mahkamah Agung Spanyol meluncurkan penyelidikan atas dugaan keterlibatan Juan Carlos dalam kontrak kereta api berkecepatan tinggi di Arab Saudi. Penyelidikan diluncurkan setelah Juan Carlos kehilangan kekebalannya dari penuntutan setelah pengunduran dirinya.

Dia menyangkal melakukan kesalahan dan mengatakan dia tersedia jika jaksa perlu mewawancarainya.

Awal bulan ini, dia mengumumkan kepindahannya dalam sebuah surat kepada putranya, Felipe, yang menjadi raja sejak Juan Carlos turun takhta enam tahun lalu.

Saat itu dia mengatakan sedang membuat keputusan "dalam menghadapi dampak publik yang ditimbulkan oleh peristiwa masa lalu tertentu dalam kehidupan pribadinya" dengan harapan memungkinkan putranya menjalankan perannya sebagai raja dengan "ketenangan".

BACA JUGA: Mantan Raja Juan Carlos Pergi, Demonstran Serukan Diakhirinya Monarki di Spanyol

Pertama kali dilaporkan bahwa dia telah melakukan perjalanan ke Republik Dominika, tetapi media Spanyol kemudian mengatakan dia telah tiba di Abu Dhabi, Ibu Kota UEA. Namun saat itu, baik istana maupun pemerintah belum memastikan keberadaannya.

Mantan raja itu dikatakan telah melakukan perjalanan ke UEA pada beberapa kesempatan sejak turun tahta pada 2014.

Dia dilaporkan dekat dengan sejumlah tokoh penting termasuk pemimpin de facto UEA, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed al Nahyan.

Juan Carlos turun tahta pada 2014 setelah hampir 40 tahun berkuasa dan menyerahkan kekuasaan kepada putranya Felipe.

Keputusannya untuk menyerahkan takhta terjadi setelah penyelidikan korupsi yang melibatkan suami putrinya dan perjalanan berburu gajah kontroversial yang dilakukan raja selama krisis keuangan Spanyol.

Juan Carlos memainkan peran penting dalam transisi Spanyol menuju demokrasi setelah kematian Jenderal Francisco Franco pada 1975, tetapi popularitas dan kesehatannya menurun pada tahun-tahun terakhir masa pemerintahannya, membuatnya memberikan tongkat estafet kepada putranya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini