Militer AS Klaim Korut Miliki Hingga 60 Bom Nuklir dan Senjata Biologis

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 19 Agustus 2020 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 18 2264547 militer-as-klaim-korut-miliki-hingga-60-bom-nuklir-dan-senjata-biologis-PYnlkhJnV3.jpg Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (Foto: Rodong Sinmum)

WASHINGTON – Laporan militer Amerika Serikat (AS) memperkirakan Korea Utara memiliki hingga 60 bom nuklir dan kemungkinan telah memiliki senjata biologis antraks. Menurut laporan itu, Korea Utara telah mengumpulkan persenjataannya sebagai cara untuk menghalangi negara lain mencoba melakukan perubahan rezim.

"Perkiraan senjata nuklir Korea Utara berkisar antara 20-60 bom, dengan kemampuan untuk menghasilkan enam perangkat senjata baru setiap tahun," demikian perkiraan dalam laporan berjudul 'North Korea Tactics' itu sebagaimana dilansir Daily Mirror.

BACA JUGA: Soal Nuklir, Korea Utara: AS Harus Terima Tuntutan Kami Tanpa Syarat

AS juga dilaporkan khawatir Pyongyang mungkin berhasil menjadikan cacar atau antraks sebagai senjata. Satu kilogram senjata dari kedua penyakit tersebut cukup untuk membunuh 50.000 orang.

Korea Utara diketahui telah mengembangkan dan menguji senjata nuklir dalam beberapa tahun terakhir. Negara itu telah melakukan enam uji coba nuklir, pada 2006, 2009, dan 2013, dua kali pada 2016, dan satu kali pada 2017.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Korea Utara mengembangkan senjata nuklir karena para pemimpinnya yakin ancaman serangan nuklir akan mencegah negara lain melakukan perubahan rezim.

Ditambahkan bahwa perkiraan lain menunjukkan Korea Utara dapat memiliki 100 bom nuklir pada akhir 2020. Stok bahan kimia rezim Kim Jong-un diperkirakan antara 2.500 dan 5.000 ton, yang ketiga terbesar di dunia.

BACA JUGA: Laporan PBB Peringatkan Kemungkinan Korut Kembangkan Senjata Nuklir Mini

"Korea Utara dapat berhasil melakukan aktivitas perang komputer invasif dari keamanan wilayahnya sendiri," kata laporan itu.

"Ia memiliki kemampuan terdistribusi untuk menjangkau komputer yang ditargetkan di mana pun di dunia, selama mereka terhubung ke Internet."

Laporan tersebut mengikuti sebuah makalah PBB yang mengatakan Korea Utara "mungkin" telah mengembangkan perangkat nuklir yang dapat dipasang pada rudal balistik.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini