Sekolah Tatap Muka Segera Digelar di Kota Solo

Taufik Budi, Okezone · Rabu 19 Agustus 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 512 2264439 sekolah-tatap-muka-segera-digelar-di-kota-solo-3ejczQS6Ni.jpg Wali Kota Solo FX Rudy bertemu Ganjar Pranowo (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk membahas rencana Pemkot Solo menggelar sekolah tatap muka. Rencana itu akan diberlakukan pada akhir November 2020.

"Saya mendukung, namun minta dilakukan simulasi dulu. Pastikan orang tua juga tahu persis. Simulasi tidak hanya di sekolah, tapi mulai dari berangkat, proses belajar mengajar hingga pulang semuanya aman. Kalau tidak dapat memastikan itu, dan kalau ada yang keberatan, maka jangan dulu," kata Ganjar usai pertemuan dengan FX Hadi Rudyatmo di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Rabu (19/8/2020).

Ganjar mewanti-wanti agar Solo tidak melakukan hal yang dilakukan Pemkab Brebes dalam rencana ini. Sebab sebelumnya, Brebes melakukan uji coba secara serentak, dan dinilai cukup membahayakan.

"Saya telefon Bupati Brebes, dia bilang itu uji coba. Tapi karena serentak, saya minta langsung dievaluasi. Karena keserentakan ini, saya khawatir membahayakan. Maka saya harap Solo benar-benar siap untuk hal ini," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pihaknya berencana memulai sekolah tatap muka pada akhir November tahun ini. Pihaknya akan mulai melakukan simulasi pada September dan Oktober.

Simulasi lanjut dia akan dilakukan dengan ketat agar bisa menggambarkan proses belajar mengajar tatap muka di kemudian hari. Mengingat sekolah yang diampu adalah SD dan SMP, maka Rudy mengatakan hal tersulit adalah mencegah anak-anak berkerumun, saling bergandengan tangan, dan berpelukan.

"Memang karena masih anak-anak, jadi pasti sulit dilarang. Kami akan jadikan itu sebagai bahan simulasi. Seperti arahan Pak Gubernur tadi, bahwa simulasi tidak hanya di sekolah, tapi mulai berangkat sampai pulang sekolah," terangnya.

Lebih lanjut Rudy menerangkan, meskipun sekolah tatap muka digelar November, namun tidak semua siswa masuk sekolah. Nantinya, jumlah siswa dan jam belajar di sekolah akan dibatasi.

"Kami juga sudah mempersiapkan radio anak dan TV pendidikan untuk mendukung itu. Kami menduga, nantinya hanya 50 persen siswa yang bisa masuk sekolah, sementara sisanya tetap belajar di rumah. Maka, kami juga memiliki program bantuan gadget yang diberikan pada keluarga miskin. Target kami minimal akhir tahun program bantuan handphone ini sudah terealisasi," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini