Penumpang KA di Bandung Melonjak 49,5% Selama Libur Panjang

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 25 Agustus 2020 00:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 525 2266843 penumpang-ka-di-bandung-melonjak-49-5-selama-libur-panjang-oNZH79JmQK.jpg (Foto : Dok KAI Daop 2 Bandung)

BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mencatat volume penumpang berangkat dari Kota Bandung, Jawa Barat, meningkat 49,5% selama libur panjang pekan kemarin.

Daop 2 mencatat sebanyak 12.588 penumpang KA jarak jauh pada 17 sampai 23 Agustus 2020. Jumlah itu naik 49,5 persen dibandingkan 10-16 Agustus sebanyak 8.414 penumpang.

Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung Noxy Citrea mengatakan, puncak volume KA jarak jauh tertinggi terjadi pada 20 Agustus 2020, yaitu sebanyak 2.818 penumpang. Tujuan favorit penumpang ke arah timur seperti Yogyakarta, Solo, Blitar, sampai Gubeng, Surabaya.

"Naiknya volume penumpang tak lepas dari armada yang telah kami kerahkan. Sampai akhir Agustus 2020, Daop 2 menjalankan 21 KA jarak jauh. Seperti ke Gambir, Pasar Senen, Cirebon, Semarang, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, hingga Malang," kata Noxy, Senin (24/8/2020).

Secara secara keseluruhan, ujar dia, data dari 1 Agustus sampai 24 Agustus pukul 08.10 WIB, Daop 2 telah mengangkut 33.218 penumpang. Jumlah tersebut naik 154% dibandingkan volume penumpang KA jarak jauh selama Juli sebanyak 13.060 penumpang.

Kendati mengalami peningkatan volume penumpang, PT KAI tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di antaranya, penumpang wajib menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19, wajib mengenakan masker, bersuhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat Celcius, dan dalam kondisi sehat.

“Apalagi syarat tersebut tidak dipenuhi, mohon maaf, calon penumpang tidak diperkenankan naik kereta api dan tiket dikembalikan 100 persen atau full refund," ujar Noxy.

PT KAI Daop 2 juga memastikan upaya pencegahan penyebaran Covid 19 juga dilakukan dari sisi prasarana stasiun dan sarana kereta. Seluruh area dan perangkat yang rentan disentuh banyak orang dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara rutin.

Kesiapan penyediaan perangkat pembersih tangan, seperti cairan disinfektan, antiseptik, dan perangkat cuci tangan yang dilengkapi sabun, dipastikan selalu tersedia dan berfungsi baik.

Di stasiun juga terdapat tanda pembatas jarak untuk memastikan terciptanya physical distancingminimal 1 meter, seperti di area ruang tunggu, antrean loket go show, dan pada saat boarding.

Baca Juga : 7 Pelaku Pelempar Bom Molotov ke Kantor PDIP Ditangkap

 

Di atas kereta api, dilakukan pembatasan kapasitas penumpang 70 persen dari total tempat duduk yang tersedia dan petugas akan mobile secara berkala untuk mengecek suhu tubuh penumpang.

Baca Juga : Kecelakaan Maut Tol Cipali, 3 Kendaraan Diuji Kelaikannya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini