AS Ungkapkan Keprihatinan Atas Dugaan Peracunan Pemimpin Oposisi Rusia

Agregasi VOA, · Rabu 26 Agustus 2020 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 18 2267967 as-ungkapkan-keprihatinan-atas-dugaan-peracunan-pemimpin-oposisi-rusia-INaFDQAbpY.jpg Pemimpin Oposisi Rusia, Alexei Navalny. (Foto: Sputnik)

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Selasa (25/8/2020) menyampaikan keprihatinannya atas hasil tes medis yang menunjukkan dugaan peracunan terhadap pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny. Politikus berusia 44 tahun itu kini tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Jerman setelah dia dievakuasi.

“Seandainya laporan itu akurat, AS mendukung Uni Eropa bagi penyelenggaraan penyelidikan menyeluruh dan siap untuk membantu dalam upaya itu,” kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo di dalam sebuah pernyataan yang dilansir VOA.

BACA JUGA: Politikus Pengkritik Putin Terbaring Koma di RS Jerman, Diduga Diracun

Pemerintah Rusia membantah tuduhan bahwa pihaknya terlibat dalam peracunan Navalny, yang masih dalam koma di Rumah Sakit Charite di Jerman. Dia jatuh sakit pada Kamis (20/8/2020) ketika sedang dalam penerbangan ke Moskow dari Siberia.

Maskapai penerbangan yang ditumpangi tokoh oposisi Rusia itu mengatakan, mereka tidak menyuguhkan makanan atau minuman selama penerbangan. Navalny terlihat dalam rekaman video minum secangkir teh di sebuah kafe di bandara sebelum berangkat ke Moskow.

Sekutu Navalny menuduh Kremlin adalah penyebab sakitnya, dan beberapa menyerukan agar dilakukan penyelidikan apakah Presiden Vladimir Putin terlibat.

BACA JUGA: Kremlin Tolak Tuduhan Racuni Musuh Besar Putin

“Tuduhan ini tidak benar dan omong kosong,” kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada para wartawan, Selasa (25/8/2020), di Moskow.

Navalny telah dipindahkan ke Rumah Sakit Charite pada Sabtu (22/8/2020), di mana para dokter, Senin (24/8/2020) mengatakan uji yang dilakukan menunjukkan tanda-tanda adanya “penghambat kolinesterase” di dalam sistem tubuhnya.

Kolinesterase adalah sebuah enzim yang penting bagi fungsi dari sistem saraf di dalam tubuh manusia. Penghambatnya memblokir sebuah unsur kimia, acetylcholine, yang mentransmisikan sinyal-sinyal di antara sel-sel saraf.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini